Di tengah pesatnya perkembangan media sosial dan kebiasaan bertransaksi menggunakan uang elektronik, ternyata perilaku kedermawanan meningkat.

Indonesia yang merupakan negara paling dermawan di dunia dengan perolehan paling tinggi berada pada indikator donasi uang yang meraih persentase 78 persen menurut data Charity Aid Foundation World Giving Index tahun 2018. Hal ini terbukti dari lebih dari 90 persen transaksi donasi ternyata berasal dari aplikasi uang elektronik, baru diikuti transfer bank.

Fakta ini terungkap melalui sesi webinar bertajuk “How to Create an Impactful Social Movement through Technology” belum lama ini. Webinar dihadiri hampir 50 peserta yang terdiri atas internal Kompas Gramedia dan mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN).

Sesi webinar dibawakan oleh Vikra Ijas selaku Chief Product Officer Kitabisa.com yang dimoderatori oleh Denty Piawai Nastitie yang merupakan Wartawan Desk Komunitas harian Kompas. Para peserta belajar bagaimana penggalangan dana dan pengumpulan donasi via Kitabisa.com, yang merupakan salah satu platform fasilitator penggalangan dana berprinsip crowdfunding.

Resmi berdiri sebagai platform donasi daring pada 2014, Kitabisa.com memberikan kemudahan penggalang dana dengan berbagai kategori permasalahan. Di antaranya, kesehatan, edukasi, sosial, yang membutuhkan pendanaan muncul ke publik agar dapat dibantu. Pada 2018, Kitabisa.com berhasil mengumpulkan satu juta #OrangBaik yang menjadi donatur.

Membangun kampanye yang menimbulkan harapan

Dalam membuat penggalangan dana yang sukses, Vikra memaparkan bahwa strategi marketing memainkan peran yang penting. Menurut Vikra, kolaborasi antara narasi dan visualisasi yang relevan, ditunjang dengan distribusi yang tepat dapat mendongkrak kesuksesan penggalangan dana.

“Tidak bisa dimungkiri bahwa narasi adalah satu hal (dan) distribusi adalah hal berikutnya. Sebagus-bagusnya narasi kalau distribusi atau jangkauannya tidak maksimal tentu hasilnya tidak maksimal. Visual yang digunakan (pun) sebisa mungkin mencerahkan dan mendorong empathy instead of pity” jelas Vikra. Tonjolkan harapan, bukan rasa iba atau kasihan berlebihan layaknya sinetron.

Selain strategi pemasaran, Vikra juga menjelaskan mengenai kiat mengenali kredibilitas kampanye penggalangan dana. Menurut Vikra, hal tersebut dapat dilihat dari dua hal, yaitu legalitas (bila merupakan korporasi) dan status verifikasi penggalang dana itu sendiri.

Contohnya, KG Media dan KompasTV yang saat ini memiliki program penggalangan dana untuk Covid-19, memiliki legalitas sebagai inisiator. Penggalang dana komunitas atau individu di Kitabisa.com yang kredibel sudah memiliki tanda verifikasi berupa centang biru di samping namanya serta melakukan transparansi dana kampanye dengan melaporkan rutin penyaluran dana.

Transparansi dana kampanye

 Dalam kesempatan yang sama, ia juga menegaskan pentingnya transparansi kampanye bagi para donatur yang kerap kali memantau penyaluran dana kampanye,

“Sebenarnya di Kitabisa sangat terbantu ketika ada pihak-pihak yang melaporkan (bahwa) tidak ada kabar terbaru (tentang suatu kampanye). Dengan demikian, kami bisa mengecek lagi ke penggalang bagaimana kabar terbarunya dan meminta mereka memberitakan (kabar terbaru tersebut) untuk dapat dipertanggungjawabkan kepada para donatur. Ketika dana terkumpul semua ada di rekening Kitabisa, jadi misalkan ada apa-apa yang perlu diinvestigasi lebih lanjut, dana tersebut aman karena tidak langsung disalurkan ke penggalang,” pungkasnya.

Sebagai penutup, Vikra memberikan pesan untuk tidak ragu berbuat baik dengan berbagi sesuai kapasitas masing-masing mulai dari lingkungan terdekat.

“Tidak perlu melihat (seperti misalnya) Didi Kempot yang bisa bikin Rp 5 miliaran donasi masuk lewat Kompas, lakukan (kebaikan) sesuai kapasitasnya masing-masing mulai dari lingkungan yang terdekat, intinya pada era digital ini semakin banyak tools yang memudahkan kita untuk berbagi.” tutupnya.

Kognisi adalah platform berbasis edukasi persembahan Kompas Gramedia yang dibangun pada Mei 2019. Kognisi secara periodik juga mengadakan webinar yang terbuka untuk publik. Informasi lebih lanjut mengenai webinar Kognisi selanjutnya bisa langsung mengunjungi akun Instagram @kognisikg dan situs learning.kompasgramedia.com (khusus karyawan Kompas Gramedia). Selamat belajar, Kogifriends! Stay safe, and stay sane!

Penulis: Aurina Indah Tiara, Editor: Sulyana Andikko

Leave a Response