Di tengah kesibukan sehari-hari, momen kebersamaan menjadi sesuatu yang begitu berharga. Baik itu sekadar menikmati camilan bersama keluarga, berbagi cerita dengan sahabat, atau membantu orang lain mewujudkan mimpi mereka, setiap kebersamaan menciptakan kesan yang tak terlupakan.

Lebih dari sekadar bersenang-senang, kebersamaan juga bisa menjadi jembatan untuk menebarkan kebaikan dan membangun masa depan yang lebih cerah.

Mengenang masa kecil, setiap dari kita pasti memiliki impian. Namun, tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengejar mimpi mereka. Pendidikan menjadi kunci utama dalam membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.

Sayangnya, masih banyak anak yang menghadapi berbagai tantangan dalam memperoleh akses pendidikan yang layak. Kesadaran akan hal ini semakin mendorong berbagai pihak untuk berkontribusi dalam memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak Indonesia.

Berbagi serunya berilmu

Sebagai bagian dari perjalanan kebersamaan keluarga Indonesia selama lebih dari 30 tahun, Oreo menghadirkan program bertajuk Oreo Berbagi Serunya Berilmu. Program ini bukan hanya tentang berbagi, tetapi juga tentang memberikan harapan dan dukungan nyata bagi anak-anak yatim piatu dalam meraih masa depan yang lebih baik.

“Kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi dan mimpi luar biasa. Dengan bekal pendidikan, peluang untuk meraih kehidupan yang layak di masa depan akan menjadi lebih besar dan menjadi kekuatan untuk memajukan bangsa,” ujar Zaenal Abidin, Direktur PT Mondelez Indonesia Manufacturing.

Melalui program ini, akan didonasikan 2,5 persen keuntungan penjualannya untuk mendukung pendidikan dengan target total penerima manfaat 1.500 anak yatim piatu dan membantu mereka mewujudkan mimpi masa depan melalui penyerahan alat bantu belajar.

Menyambut baik hadirnya program ini, Prof Yohanes Surya, PhD, Founder Surya Institute dan Pencetus Metode GASING pun mengungkapkan komitmennya untuk turut mensukseskan kegiatan ini mengingat alat bantu belajar ini terbukti efektif membantu anak memahami mata pelajaran yang sulit.

“Berdasarkan data kami, melalui proses belajar dengan metode GASING yakni Gampang, Asik dan Menyenangkan, nilai rata-rata anak-anak meningkat dari 20 menjadi 80 persen. Peningkatan ini menunjukkan bahwa proses belajar yang menyenangkan memang membantu anak untuk lebih memahami mata pelajaran,” ungkap Prof Surya.

Lebih dari sekadar inisiatif sosial, langkah ini juga menginspirasi kita semua untuk menemukan cara-cara sederhana dalam menebarkan kebaikan di sekitar.

Momen kebersamaan yang sederhana bisa menjadi sangat berarti. Dan ketika kebersamaan itu juga diiringi dengan semangat berbagi ilmu, dunia pun menjadi tempat yang lebih baik untuk semua. Jadi, mengapa tidak memulai hari ini dengan berbagi kebahagiaan?