kejujuran

Nusantara Bertutur

Rautan Pensil Nala

“Rautan pensilku ini dari Amsterdam, lho. Cantik kan?” pamer Nala pada Afina. Lalu, ia bercerita tentang pamannya yang baru pulang

Dongeng Nusantara Bertutur Maafkan Aku, Kania
Nusantara Bertutur

Maafkan Aku, Kania

Andini mempercepat langkah kakinya. Sepuluh menit lagi, ia harus sudah sampai di sekolah. Ia takut tidak bisa mengikuti ujian kenaikan

Nusantara Bertutur

Susahnya Bilang Jujur

Pasir itu seperti berbisik. Ia seakan memandu tangan Arya. Diringi iringan suling, jemari Arya terus bergerak. Pasir-pasir itu menuruti gerak

Dongeng Sarung Tenun untuk Paman
Nusantara Bertutur

Sarung Tenun untuk Paman

Bima, Rafif, dan Arya memanfaatkan suasana yang cukup cerah sore itu untuk bermain sepeda. Mereka satu kelas di sebuah SD di Salatiga. Sepeda mereka meluncur mengitari jalanan di sekitar rumah.
Nusantara Bertutur Bukan Salah Oren
Nusantara Bertutur

Bukan Salah Oren

Bima, Rafif, dan Arya memanfaatkan suasana yang cukup cerah sore itu untuk bermain sepeda. Mereka satu kelas di sebuah SD di Salatiga. Sepeda mereka meluncur mengitari jalanan di sekitar rumah.
1 2 3 4