Rumah yang sejuk tentu terasa nyaman untuk tempat tinggal. Kenyamanan sebuah hunian bukan cuma berpatokan pada luas bangunan ataupun dekorasi interior yang apik. Namun, sirkulasi udara yang baik turut mendukung kesehatan dan kenyamanan tinggal bagi penghuninya.

Terlebih kita tinggal di kawasan beriklim tropis yang memiliki musim kemarau dan hujan. Ketika musim kemarau, rumah menjadi tempat berlindung dan keluarga dari sengatan terik matahari. Sebaliknya, saat musim hujan, rumah dengan sirkulasi udara yang baik mampu mengantarkan hawa dingin nan sejuk ke seluruh penjuru ruangan.

Sirkulasi udara juga memengaruhi kesehatan penghuni di dalam rumah. Semakin sedikit jumlah bukaan udara, semakin minim pula pergantian udara di dalamnya. Akibatnya, ruangan bisa terasa pengap dan berpotensi tempat berkembangnya kuman atau bibit penyakit.

Oleh karena itu, cara terbaik untuk mendapatkan sirkulasi udara alami adalah melalui lubang-lubang bukaan udara, seperti jendela, pintu, ventilasi, dan partisi-pembatas dinding.

Nah, selain membuat bukaan udara di tempat yang benar, panduan berikut ini bisa dicoba untuk membuat rumah terasa sejuk setiap hari.

Mengatur layout rumah

Layout atau tata letak ruangan ikut memengaruhi kesejukan. Saat membangun rumah, aturlah agar ruang tidur berada pada jarak paling jauh dari jalan depan rumah. Untuk “melindungi” ruang privat ini bisa dengan menempatkan ruang publik, seperti kamar tamu dan ruang tengah, lebih dekat ke area depan. Bila memungkinkan, desain rumah yang direkomendasikan yakni berbentuk “L” atau “U” dengan letak ruang tidur siku bagian dalam.

Membuat ventilasi silang

Inilah solusi penataan sirkulasi udara dalam rumah. Caranya, dengan menempatkan bukaan udara yang berfungsi memasukkan udara (inlet) berhadapan dengan bukaan yang berfungsi untuk mengeluarkan udara (outlet) dari dalam rumah.

Ketinggian inlet sekitar 0,5-0,8 meter. Sedangkan outlet dibuat lebih tinggi dari inlet agar mengalirkan udara pada ketinggian tubuh manusia. Adanya ruang terbuka hijau atau teras depan atau belakang juga dapat mendukung ventilasi silang  tersebut.

Rutin buka-tutup jendela

Sinar matahari pagi baik untuk tubuh. Terlebih pada masa pandemi ini, kita disarankan untuk rajin berjemur pada waktu-waktu tertentu. Oleh karena itu, bukalah semua jendela rumah saat pagi datang, lalu tutuplah ketika siang hari untuk mencegah udara panas masuk dan terperangkap di ruangan.

Saat malam hari, kita dapat membuka jendela lagi agar udara dingin masuk. Kemudian, saat beranjak tidur, jendela jangan lupa ditutup kembali.

Tempatkan elemen lain

Selain layout dan sirkulasi udara, ada beberapa elemen yang menunjang kesejukan. Di antaranya, penempatan kisi-kisi pada pintu dan jendela di bagian timur dan barat rumah, kanopi di setiap bukaan dinding, exhaust fan di dapur dan kamar mandi, vertical blind dan kaca film dengan kecerahan 60-80 persen, serta menanam pohon di sekitar rumah.

Warna cerah untuk tirai

Berbeda dengan warna gelap yang menyerap cahaya, nuansa cerah dinilai sebagai efek yang mampu memendarkan cahaya. Oleh karena itu, gunakan tirai bernuansa putih atau terang untuk membantu mengurangi suhu panas dalam rumah. [*]

Baca juga :