Tak terbayangkan oleh kita yang hidup di zaman serbamodern ini, bagaimana bisa orang-orang zaman dahulu yang belum mengenal teknologi canggih mampu mendirikan bangunan dengan arsitektur yang cukup rumit. Cliff Palace di Colorado, AS, menjadi salah satu contohnya.

Cliff Palace merupakan teritorial kelompok suku pribumi Amerika, yaitu Pueblo atau disebut juga Anasazi. Baru melihat fotonya saja, kita dibuatnya terkagum-kagum. Terlebih lagi jika melihat langsung. Teritorial ini merupakan sebuah peradaban (kota) yang dibangun di sebuah tebing. Tebing-tebing tersebut tersusun dari bebatuan pasir (sandstone).

Teritorial ini diperkirakan berkembang pada 900–1200 masehi. Diyakini Cliff Palace dibangun pada masa kejayaan Anasazi. Kota ini tiba-tiba ditinggalkan konon berhubungan dengan kejatuhan Anasazi. Pada 1888, orang yang pertama kali menemukan situs ini setelah tak berjejak selama ratusan tahun adalah Richard Wetherill dan Charlie Mason. Mereka berdua kala itu sebenarnya sedang mencari sapi liar.

Sejak saat itu, banyak arkeolog dan ahli sejarah dari berbagai negara yang meneliti teritorial menakjubkan ini. Reruntuhannya hingga kini masih ada di sudut barat daya Colorado. Berlokasi di Taman Nasional Mesa Verde, Cliff Palace sekarang menjadi situs ikonis, yang senantiasa ingin dikunjungi para turis.

Desain konstruksi unik di tebing-tebing tinggi menjadi daya tariknya. Bangunan-bangunan yang ada dibentuk dari komposisi batu pasir, balok-balok kayu, dan mortar. Para leluhur Pueblo membentuk bangunan yang berbahan dasar batu pasir dengan menggunakan bebatuan keras yang dikumpulkan dari dasar sungai di dekatnya.

Perekat bangunan yaitu mortar terbuat dari campuran tanah, air, dan abu. Di antara mortar, terpasang potongan bebatuan kecil disebut dengan chinking. Chinking digunakan untuk mengisi kesenjangan dalam mortar yang berfungsi juga sebagai penguat kekokohan struktur dinding.

Cliff Palace menjadi situs peradaban terbesar di Taman Nasional Mesa Verde. Situs ini memiliki 150 kamar dengan 75 ruang terbuka. Sebanyak 21 kamar difungsikan menjadi ruang persembahan. Sisanya difungsikan sebagai tempat tinggal. Diperkirakan sebanyak 100–120 jiwa Suku Pueblo tinggal di Cliff Palace kala itu. [*/ACH]

DOK NAGEL PHOTOGRAPHY/SHUTTERSTOCK.

noted: Sisa Peradaban Kuno di Sebuah Tebing