Kondisi sekitar berpengaruh besar dalam perancangan sebuah rumah. Termasuk paparan cahaya matahari dan arah mata angin. Rumah menghadap ke barat cenderung memiliki temperatur ruang lebih tinggi.

Arsitek Steve J Manahampi pernah mengatakan, orang mesti responsif terhadap kondisi tempat ia akan membangun. Di Indonesia yang beriklim tropis, paparan sinar matahari paling kuat dari sisi barat. Ini akan berlangsung siang sampai sore hari. Oleh sebab itu, rumah yang menghadap ke barat, karena banyak bukaan di depan, menerima lebih banyak radiasi.

Rumah sebaiknya memang dibangun menghadap utara atau selatan. Ini perlu dipahami orang yang akan membangun rumah atau pengembang-pengembang yang merancang rumah untuk banyak orang. Namun, jika posisi membangun yang memungkinkan memang menghadap barat, perlu ada strategi untuk mengurangi paparan radiasi matahari.

Teras yang lebar

Ketika mendesain, rancang bagian teras yang cukup lebar di bagian depan. Bagian ini akan mengantarai sisi luar dan dalam serta menetralisasi udara yang masuk ke rumah menghadap barat. Di depan bagian teras, Anda bisa memberi penghalang vertikal, misalnya yang terbuat dari bata, besi, batu alam, bambu, atau bahkan sesederhana kerai. Di bidang ini, Anda juga bisa menambahkan tanaman rambat sehingga udara yang akan masuk bisa diolah terlebih dahulu sebelum masuk ke rumah.

Halaman yang lapang

Pepohonan yang ditanam di halaman rumah bisa berpengaruh cukup besar terhadap penurunan suhu termal dalam ruang. Alokasikan halaman yang cukup lapang, lantas tanami pepohonan yang rindang. Dahan-dahannya akan berfungsi seperti payung yang menghalangi paparan sinar matahari langsung ke rumah. Selain itu, proses fotosintesis pada daun-daunnya juga menyuplai lebih banyak oksigen ke dalam rumah.

Fasad kaca khusus

FOTO-FOTO: SHUTTERSTOCK.COM

Fasad rumah menghadap barat butuh dipertimbangkan dengan seksama. Fasad sebaiknya terkesan ringan. Ini bisa dihadirkan dengan penggunaan material kaca. Di sisi lain, kaca lebih mudah memasukkan panas ke ruangan dibandingkan material yang tebal seperti bata atau beton. Salah satu jalan keluarnya jika ingin menggunakan fasad dengan banyak kaca adalah melapisinya dengan film atau memilih kaca khusus yang bisa mengurangi radiasi sinar matahari. Anda bisa menambahkan kerai jika sinar matahari terlampau terik.

Jendela kayu

Anda juga bisa menggunakan jendela kayu yang sekaligus menjadi elemen dekoratif. Kayu adalah material yang lebih baik untuk menahan panas matahari. Kekurangannya, jika jendela ditutup, cahaya dan udara ikut tertahan. Ini bisa diatasi dengan membuat jendela jalusi yang memiliki ventilasi. Udara dan cahaya tetap bisa masuk ke ruangan meski intensitasnya berkurang.

Teritisan

Di atas setiap jendela, tambahkan teritisan atau topi-topi dengan kemiringan kira-kira 45 derajat. Selain membantu mengurangi paparan sinar matahari, teritisan juga menghalangi tempias saat hujan. Dengan begitu, rumah tetap nyaman sepanjang musim. [*]

Tyas Ing Kalbu
penulis yang disayang Tuhan

Leave a Response