Setiap orang memiliki kebiasaan berbeda terkait pencahayaan di kamar tidur. Ada yang senang tidur dalam kondisi kamar terang-benderang, menggunakan lampu tidur yang temaram, atau mematikan lampu sama sekali. Faktanya, riset menyebutkan, makin rendah intensitas cahaya di dalam ruangan, makin baik kualitas tidur. Ketahui hal yang terkait pencahayaan kamar tidur.

Hormon melatonin

Kualitas tidur terkait dengan hormon melatonin. Hormon ini membuat kita merasa mengantuk dan lebih relaks. Hormon ini dilepaskan tubuh pada malam hari dan mencapai puncaknya pada sekitar pukul 2 dini hari. Melatonin punya peranan krusial bagi tubuh, antara lain menjaga tekanan darah dan gula darah serta mengurangi efek radikal bebas yang merusak sel. Namun, cahaya menghambat pelepasan hormon ini.

Spektrum biru

Cahaya dengan spektrum biru (blue light), yang biasanya tertangkap mata sebagai cahaya putih, punya dampak lebih buruk terhadap pelepasan melatonin. Cahaya ini dikenali tubuh seperti cahaya pada siang hari sehingga tubuh cenderung terdorong untuk tetap merasa terjaga. Jika membutuhkan cahaya untuk menerangi rumah pada malam hari, terutama kamar tidur, sebaiknya Anda pilih lampu berspektrum merah (red light), yang warnanya merah, oranye, atau kekuningan.

“Red light”

Red light juga relevan dalam pemilihan lampu tidur. Lampu berspektrum merah memiliki cahaya yang lebih redup dan lembut. Suasana ruangan menjadi lebih santai, tubuh pun lebih relaks. Pilih juga yang dilengkapi dengan tombol pengatur cahaya (dimmer). Jika akan tidur, setel pencahayaan seminimal mungkin, yang tujuannya bukan untuk menerangi ruangan, melainkan membantu Anda melihat ketika tengah malam terbangun untuk mengambil air putih atau buang air kecil.

Ukuran lampu

Selain itu, pertimbangkan pula hal-hal yang lebih teknis. Sesuaikan ukuran lampu tidur dengan luas ruangan. Hindari lampu yang terlalu besar. Di samping akan membuat ruangan tampak tidak proporsional, cahaya yang dihasilkan bisa jadi terlalu terang. Letakkan lampu di tempat yang strategis, tetapi tidak terlalu dekat dengan tempat tidur. Cahayanya dapat terlalu langsung mengenai mata sehingga mengganggu.

Desain lampu

Foto-foto: Shutterstock.com

Pilih desain lampu tidur yang menarik. Ini memang tidak ada kaitannya dengan pencahayaan, tetapi lampu juga bisa berfungsi sebagai elemen dekoratif, apalagi eksplorasi desain lampu tidur sekarang lebih kaya. Jika sudah memilih lampu dengan tepat, tidur dapat kian berkualitas, kamar pun makin manis. [*]

Tyas Ing Kalbu
penulis yang disayang Tuhan

Leave a Response