Ramadhan tidak sekadar menahan lapar dan haus saja. Ada sebuah sukacita di sana. Membaur dengan budaya lokal, tradisi Ramadhan di setiap negara pun berbeda-beda. Inilah beberapa tradisi Ramadhan yang unik dari berbagai belahan dunia.

Maroko

Foto: www.moroccoworldnews.com

Warga Muslim Maroko punya tradisi Ramadhan yang unik, yaitu membangunkan warga untuk sahur dengan musik. Para petugas yang membangunkan sahur itu meniup nafar, sejenis alat musik seperti terompet. Para peniup nafar ini juga tidak sembarang, mereka dipilih karena kejujuran dan punya rasa empati yang tinggi.

Seorang peniup nafar pun memakai pakaian tradisional yang unik. Petugas nafar ini akan berjalan menyusuri jalan-jalan di Maroko pada saat fajar sembari menyanyikan doa-doa yang merdu. Ini sama seperti yang sudah dilakukan oleh salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW melakukan hal tersebut.

Nyanyian itu disambut baik dan oleh masyarakat, dia diberikan imbalan karena telah membangunkan untuk sahur. Tradisi ini sudah dikenal di Timur Tengah dan masih dilakukan oleh masyarakat Maroko hingga saat ini.

Irak

Foto: www.aljazeera.com.tr

Berbeda dengan Maroko, Irak pun tradisi yang lebih unik. Jika di negara lain setelah berbuka puasa mereka bersantai, mengobrol, dan mempersiapkan diri untuk salat, Muslim Irak justru memainkan sebuah permainan tradisional. Nama permainan itu mheibes.

Mheibes mayoritas dimainkan oleh kaum pria selama Ramadhan. Permainan ini melibatkan pemain yang banyak sekali, antara 40 hingga 250 orang. Cara bermainnya, para pemain bergantian menyembunyikan mihbes atau sejenis cincin. Kelompok lawan harus menebak dengan bahasa tubuh di mana cincin itu disembunyikan. Yang berhasil menebak akan diarak bak seorang pahlawan.

Permainan ini mempunyai nilai budaya dan sejarah yang kental di sana. Pemerintah Irak sempat ingin mengorganisasi permainan ini menjadi lebih luas, yakni melibatkan ratusan peserta secara nasional.

Baca juga : 5 Tradisi Unik Lebaran di Sumatera

Uni Emirat Arab

Berbeda dengan negara lain, Uni Emirat Arab punya satu tradisi yang dilakukan anak-anak saat Ramadhan. Tradisi itu bernama Hag Al Laila. Tradisi ini mengharuskan anak-anak itu memakai pakaian berwarna cerah dan dilakukan setiap Rabu malam selama Ramadhan.

Anak-anak itu berkeliling dan mengetuk rumah tetangga satu per satu. Ketika pintu terbuka, anak-anak itu akan menyerukan “Atoona Hag Al Laila” yang berarti berikan kami permen untuk malam ini. Tradisi ini memiliki arti berbagi kebahagiaan karena datangnya Ramadhan.

Mesir

ramadhan di dunia
Foto : www.gounesco.com

Setiap Ramadhan tiba, warga Mesir menyambutnya dengan fanous, yaitu lentera warna-warni. Fanous sendiri yang sulit sekali dibuat memiliki arti kesatuan, sukacita sepanjang Ramadhan, dan harapan untuk menerangi kegelapan.

Fanous kemudian digantung di seluruh kota, mulai dari kafe, jalan, depan toko, dan rumah. Selain digantung, fanous juga dibawa anak-anak kecil berkeliling pada malam hari. Suasananya pastilah sangat indah karena lenteranya sendiri berwarna-warni.

Indonesia

Foto: Shutterstock.com

Di Indonesia, tradisi Ramadhan sangatlah kaya. Hal ini tergantung pada kebudayaan setiap daerahnya. Salah satu yang sering dilakukan adalah nyekar. Tradisi ini mendatangi makam leluhur, membersihkannya, kemudian berdoa di kuburan tersebut.

Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan bagi leluhur atau keluarga yang sudah meninggal sebelum memulai Ramadhan. Keyakinan ini berasal dari Muslim Jawa, sekaligus menjadi tanda bagi mereka, yaitu akhir dari kehidupan dan awal dari kehidupan yang lainnya.

1 Comment

Leave a Response