Gangguan kejiwaan (depresi) dapat menyerang siapa pun. Perubahan gaya hidup dan kondisi sosial ekonomi disebut-sebut menjadi penyebab meningkatnya angka penderita depresi. Di lain sisi, sejumlah kajian mengungkap fakta, otak kiri manusia memiliki kemampuan berpikir analitis, sementara otak kanan berpikir sintesis yang membentuk konsep, intuisi, emosi, dan imajinasi kreatif. Agar terjadi keseimbangan, ada langkah sederhana untuk menghindari hadirnya depresi, yakni mendengarkan alunan musik.

Ya, musik. Karena musik diyakini dapat merangsang otak kanan, orang merasa tenang, rileks, dan terjaga tingkat emosinya. Terkait musik, kita tidak perlu repot-repot merakit sendiri peralatan sistem suara yang hendak dihadirkan di rumah. Di pasaran telah tersedia berbagai merek dan tipe sistem suara, kita tinggal memilih dan membelinya. Agar sistem suara mampu memberikan kenikmatan tersendiri bagi pendengarnya, ada sejumlah hal yang patut dicermati.

Pertama, head unit. Perangkat ini adalah perangkat penting dan utama, karena di sinilah suara diproses hingga menghasilkan output yang diharapkan. Selanjutnya, penguat suara (amplifier). Agar suara menjadi maksimal, Anda harus memilih jenis penguat sesuai peruntukannya. Input dan output-nya juga sebaiknya jangan dilupakan. Jika terjadi overload pada penguat, hal ini akan membuat komponen di dalamnya terbakar.

Yang tak kalah penting adalah speaker. Memilih speaker sesuai jenis musik yang hendak dihadirkan akan membuat suara lebih hidup dan spektakuler. Jangan lupa menghitung dimensi ruangan karena dinding sangat memengaruhi pantulan suara. Gunakanlah speaker secukupnya. Selain boros, penggunaan speaker yang terlalu banyak bisa menyebabkan suara tidak dapat dinikmati, bahkan mengganggu orang lain.

Saat membeli perangkat-perangkat tersebut, Anda jangan lupa menanyakan perihal purnajual. Jaminan yang diberikan toko atau produsen akan meningkatkan rasa nyaman saat menyetel perangkat hiburan tersebut. Anda pencinta musik rock, keroncong, akustik, pop, atau dangdut? Segera hadirkan suasana tersebut sehingga depresi pun enggan menghampiri Anda. [BYU]

Foto : dokumen Shutterstock.com

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 11 Agustus 2017