Bepergian dengan pesawat amat memudahkan kita dalam menjangkau tempat-tempat yang jauh. Namun, terbang dengan pesawat juga meninggalkan jejak karbon yang besar. Ini cara untuk meminimalisasinya.

Menurut International Air Transport Association, sekitar 2,4 persen emisi karbon global datang dari industri penerbangan. Ditambah dengan jenis-jenis gas lain yang diproduksi pesawat terbang, industri ini menghasilkan sekitar 5 persen penyebab pemanasan global.

Sekilas, itu bukan angka yang besar. Namun, melihat hanya segelintir orang di seluruh dunia yang terbang secara rutin, angka tersebut sebenarnya sangat signifikan. International Council on Clean Transportation (ICCT) yang berbasis di AS memperkirakan, hanya 3 persen dari populasi global yang bepergian dengan pesawat secara reguler.

Menyadari besarnya jejak karbon tersebut, sebagai individu, ada cara-cara yang bisa kita lakukan untuk meminimalisasinya. Berikut ini, beberapa cara mengurangi jejak karbon saat kamu bepergian dengan pesawat.

Ilustrasi mobilitas dengan pesawat
Ilustrasi mobilitas manusia. (Dok. E. Siagian)

1. Pilih penerbangan nonstop

Harga tiket yang mesti kamu bayar untuk penerbangan nonstop barangkali sedikit lebih mahal. Namun, penerbangan nonstop lebih ramah lingkungan ketimbang harus transit. Pesawat menggunakan sekitar 25 persen bahan bakarnya selama proses lepas landas yang lebih efisien ketika ketinggian stabil (cruising altitude) telah tercapai. Artinya, semakin rendah frekuensi yang dibutuhkan untuk lepas landas, semakin rendah pula jejak karbonnya.

2. Pilih kursi ekonomi

Kursi ekonomi mungkin tidak senyaman dan seempuk kursi kelas bisnis, tetapi di situlah salah satu poinnya. Bantalan duduk yang lebih tebal akan lebih berat. Selain itu, penerbangan yang memiliki kelas bisnis dan kelas satu menyediakan lebih banyak layanan, yang berarti juga memproduksi lebih banyak sampah dan jejak karbon. Kursi ekonomi juga menggunakan ruang dengan lebih efisien, dengan begitu lebih banyak orang yang bisa dibawa dalam sekali penerbangan.

Baca juga:

3. Berkemas dengan ringkas

Ini juga patut diketahui para pelancong. Semakin banyak barang yang kita bawa, semakin besar pula berat yang kita tambahkan dalam penerbangan, yang kemudian membuat pesawat membutuhkan lebih banyak energi untuk terbang. Jadi, cobalah untuk berkemas ringkas dan membawa hanya yang kamu butuhkan.

Ilustrasi berkemas
Ilustrasi berkemas (Dok. E. Siagian)

4. Hindari kemasan plastik sekali pakai

Tantangan untuk perjalananmu berikutnya, hindari pemakaian plastik sekali pakai selama perpindahanmu dari tempat asal A ke tujuan B. Coba untuk tidak menggunakan sedotan atau botol plastik. Perhatikan pula apabila kamu harus memakai sesuatu yang berbungkus plastik. Selimut atau bahkan headphone yang disediakan maskapai juga biasanya dibungkus plastik. Hmm, apakah kamu bisa lolos dari tantangan ini?

5. Rancang betul agenda perjalanan

Nah, ketika bepergian dengan pesawat, pastikan pula agenda perjalananmu di tempat tujuan sudah benar-benar dipikirkan dengan matang. Buat daftar hal yang bisa dan perlu kamu lakukan sekaligus sehingga tidak ada yang terlewat. Jangan sampai nantinya kamu terpaksa kembali ke tempat tersebut dalam waktu dekat hanya karen harus melakukan sesuatu yang sebenarnya bisa dilakukan pada kunjungan sebelumnya. Kealpaan itu, misalnya ketika kamu pergi untuk kepentingan riset dan lupa memotret atau mendatangi salah satu sumber penting sehingga mesti mengulang kunjungan.