Salah satu gejala yang sering timbul pada penderita Covid-19 adalah ketidakmampuan untuk mencium bau. Bagi sebagian orang, keadaan ini tidak terlalu dipusingkan. Namun bagi mereka yang terbiasa menggunakan indera penciuman sebagai penanda tentu saja bisa menimbulkan efek depresi. Makanan basi misalnya. Bayangkan jika indera penciuman tidak berfungsi ketika mencium makanan basi dan kemudian terlanjur mengonsumsi makanan tersebut.

Tidak hanya pada penderita Covid-19. kemampuan indra penciuman bisa turun (hiposmia) atau menghilang (anosmia) pada beberapa penyakit dan keadaan tertentu. Menurut dr Santi dari Kompas Gramedia Medical Center, anosmia atau hiposmia ini dapat sembuh jika penyebabnya ditanggulangi. Misalnya, anosmia yang terjadi karena adanya polip. Jika polip dibuang, anosmia akan kembali.

Melatih indera penciuman dapat dilakukan dengan latihan olfaktori (olfactory training) atau terapi bau dapat membantu pulihnya kemampuan indera penciuman.

Latihan olfaktori

Latihan olfaktori yang sederhana dipercaya mampu memulihkan indera penciuman. Caranya cukup sederhana, teteskan 5-10 tetes–setidaknya 4 jenis minyak essensial seperti minyak mawar, lemon, cengkeh, eukaliptus–pada kain katun. Lalu letakkan ke dalam toples. Jangan lupa untuk memberi nama pada setiap toples sesuai dengan isinya.

Lakukan latihan ini pada waktu senggang. Caranya, buka 1 toples, letakkan kira-kira 2 sampai 3 sentimeter di depan hidung, dan hirup aroma yang keluar. Walaupun tidak bisa mencium bau apa pun, bayangkan bau tersebut. Misalnya, saat membuka toples berisi minyak esensial mawar, pikirkan bau mawar dan bayangkan bentuk bunga mawar. Lakukan selama 20 detik. Setelah itu, tutup toples dengan rapat agar minyak esensial tidak cepat habis menguap. Bernapaslah di udara biasa selama setidaknya 1 menit. Selanjutnya, ambil botol kedua. Ulangi tahapan seperti pada botol pertama. Istirahatkan indera penciuman selama 1 menit dan ulangi dengan botol ketiga dan seterusnya sampai seluruh botol habis dihirup baunya. Latihan ini sebaiknya dilakukan minimal 2 kali sehari.

Minyak essensial ini juga bisa diganti dengan benda atau buah atau apa pun yang mengeluarkan aroma yang kuat (tetapi aman dihirup baunya) dan lakukan seperti tahapan di atas. Beberapa benda yang bisa Anda gunakan antara lain adalah kopi, kayu manis, daun jeruk, daun pandan, bunga mawar atau minyak kayu putih. Lakukan tahapan yang kurang lebh sama, yaitu hirup masing-masing selama 20 detik. Bayangkan bau dan bentuknya. Istirahat selama 1 menit. Ulangi pada benda berikutnya. Dengan penuh kesabaran, kemampuan indera penciuman Anda akan kembali. Selamat mencoba. [AYA]