Di masa pandemi, kita memerlukan pendukung agar daya tahan tubuh selalu kokoh. Salah satunya, susu. Namun, susu segar yang menyehatkan tak bisa disimpan terlalu lama, bahkan di lemari es sekalipun. Untuk itu dibutuhkan teknologi yang mampu melindungi kesegaran dan kebaikan susu untuk tempo yang lebih lama. Salah satunya, teknologi ultra high temperature atau UHT.

Tak ada yang menyanggah bahwa susu baik untuk kesehatan. Setiap orang dari semua kelompok umur memerlukannya. Dalam satu gelas susu, terkandung bermacam nutrisi, seperti kalsium, karbohidrat, protein, lemak, berbagai macam vitamin, dan mineral. Susu segar yang dikenal kaya manfaat adalah yang berasal dari hasil pemerahan sapi.

Contoh parameter dasar untuk menjaga kualitas sapi perah berasal dari adanya perlakuan khusus di peternakan. Sapi perah diperlakukan spesial dengan pemberian pakan ternak yang bagus, kebersihan kandang terjaga, dan sterilisasi proses pengolahan susu.

Saat ini, dalam teknologi pengawetan susu cair dan segar dikenal ada beberapa cara yang dipakai, yaitu sterilisasi, pasteurisasi, dan aseptik. Untuk teknologi aseptik merupakan teknik pengawetan susu dengan proses pemanasan tinggi (UHT). Berikut ini beberapa hal menarik seputar teknologi UHT, disarikan dari beberapa sumber.

Hadir pada 1778

Sekilas menengok ke belakang, UHT dihadirkan oleh tangan ilmuwan Jerman Dr William Ridal pada 1778. Saat itu, dia mempraktikkan metode dengan menggunakan alat Bunsen Burner untuk mensterilkan peralatan bedah. Dari situlah Ridal menemukan tingkat infeksi pada pasien berkurang signifikan setelah melakukan teknik tersebut.

Menjaga rasa, warna, tekstur, nutrisi susu

Di masa modern, keunggulan teknologi aseptik berasal dari proses pemanasan UHT yang canggih sehingga dapat menjaga kesegaran susu. Di samping itu, teknologi UHT mampu mempertahankan rasa, warna, tekstur, serta kandungan nutrisi alami.

Praktis tanpa pendinginan

Kelebihan lain dari teknologi UHT, yakni memungkinkan susu dapat disimpan dan didistribusikan tanpa memerlukan pendinginan dalam waktu yang lama (selama kemasan belum dibuka atau tidak rusak). Di samping itu, teknologi aseptik membuat susu lebih praktis dan aman untuk dikonsumsi.

Suhu 140 derajat celsius

Jenis susu UHT diproses dengan suhu 140 derajat celsius selama 2-4 detik untuk membunuh semua bakteri. Susu ini kemudian dikemas dalam karton kertas aseptik, yang walau tampak tipis, memiliki banyak lapisan untuk memberikan perlindungan optimal bagi kualitas susu. Susu UHT juga memiliki masa kadaluarsa sekitar satu tahun.

Melihat keunggulan teknologi tersebut, Institute of Food Technologist pun memberikan predikat teknologi aseptik sebagai penemuan terpenting ilmu pangan di abad ke-20. [*]

Baca jugaMengenal 5 Jenis Racikan Kopi Susu Paling Populer