Kisah klasik The Three Musketeers karya Alexandre Dumas telah sering dihadirkan di layar lebar. Terbaru, versi sutradara Martin Bourboulon kini dapat dinikmati. Terbagi atas dua bagian, saga epik yang pertama menghadirkan kisah pendekar muda D’Artagnan. Bagian kedua juga telah dibuat, dengan fokus pada Milady.

D’Artagnan (Francois Civil) adalah pemuda asal Gascony, Perancis. Ia datang ke Paris untuk mengikuti jejak ayahnya menjadi anggota Musketeer, pasukan khusus pengawal raja Perancis, Louis XIII.

Di perjalanan, ia nyaris terbunuh setelah sempat memergoki penculikan seorang perempuan muda. Setiba di Paris, ia melihat salah seorang penculik dan berusaha mengejarnya. Namun, ia malah bersinggungan dengan tiga orang yang kemudian ia tantang untuk duel.

Baca juga: Napoleon, Dua Sisi Kehidupan Sang Pemimpin

Belakangan, D’Artagnan baru menyadari bahwa ketiga orang yang ia tantang adalah Athos (Vincent Cassel), Porthos (Pio Marmai), dan Aramis (Romain Duris), yang dikenal juga sebagai trio Musketeer. Setelah membantu mereka melawan pasukan Kardinal Richeliu (Eric Ruf), ia malah berteman dengan trio Musketeer.

Athos kemudian difitnah membunuh seorang perempuan muda. D’Artagnan mengenalinya sebagai perempuan yang hendak diculik saat ia dalam perjalanan ke Paris. Bersama Porthos dan Aramis, D’Artagnan berusaha mengungkap dalang di balik fitnah tersebut.

musketeer

Hal itu membawa mereka ke dalam pusaran intrik di lingkungan istana, melibatkan tokoh-tokoh tak terduga. D’Artagnan dan trio Musketeer harus berjuang dalam misi yang menentukan masa depan Perancis.

Lebih realistis

Ada banyak adaptasi kisah The Three Musketeers. Di antaranya versi Walt Disney Pictures, bertajuk The Three Musketeers (1993), yang antara lain dibintangi Charlie Sheen, Kiefer Sutherland, dan Chris O’Donnell. Di Perancis, negeri asal kisah ini, adaptasi menjadi film terakhir kali dilakukan pada 1961 oleh sutradara Bernard Borderie.

Gagasan untuk kembali mengangkat kisah ini dimunculkan produser Dimitri Rassam pada 2019, ketika ia sedang mencari terobosan yang dapat menggairahkan layar lebar. Kisah Alexandre Dumas ini menjadi salah satu prioritas untuk diwujudkan. Gayung bersambut ketika ia bertemu dengan sutradara Martin Bourboulon.

Baca juga: Asterix & Obelix: The Middle Kingdom

Bourboulon ternyata juga terobsesi karena mengingat Revenge of the Musketeer, film Perancis keluaran 1994 yang diproduseri ayahnya Frederic Bourboulon dan antara lain dibintangi Sophie Marceau. Bourboulon teringat bagaimana ia terpesona saat berkunjung ke lokasi syuting, sehingga tak butuh waktu lama ia pun sepakat untuk mengangkat kisah tersebut ke layar lebar.

Dibandingkan film-film terdahulu, besutan Bourboulon tampil lebih realistis. Misalnya saja kostum para Musketeer tak lagi resik seperti pemain opera. Tetapi, dibiarkan kotor dan apa adanya, seperti pendekar sungguhan abad pertengahan.

musketeer

Aslinya, film ini berbahasa Perancis. Namun, yang beredar di Tanah Air menggunakan versi yang disulihsuarakan menjadi berbahasa Inggris. Sayang sekali, ini menjadi salah satu hal yang bagi sebagian penonton bisa mengurangi “orisinalitas” film ini. Apa lagi, Rassam pernah mengungkap bahwa proyek ini dilakukan sebagai respons atas apa yang ia sebut sebagai “waralaba Amerika”.

Upaya sang produser tidak main-main. Pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi ikonis, termasuk Istana Louvre, Hôtel des Invalides, Kastel Fontainebleau dan Saint-Germain-en-Laye, Fort-la-Latte dan Chantilly, benteng Saint-Malo, dan pusat kota bersejarah Troyes. Dibutuhkan tak kurang dari 650 kuda dan 9.000 figuran sehingga produksi menelan biaya nyaris 40 juta dollar AS, menjadikannya film Perancis kedua termahal pada 2023.

Hasilnya cukup menjanjikan. Penonton seperti dibawa mesin waktu, kembali ke abad ke-17 dengan segala kekacauannya. Didukung akting para pemeran terpilih, antara lain Francois Civil dan Eva Green yang memerankan tokoh misterius Milady, The Three Musketeers: D’Artagnan berhasil menghidupkan kisah klasik ini.

The Three Musketeers: D’Artagnan dapat disaksikan di layar bioskop Tanah Air.

Jenis Film:
Petualangan, Sejarah

Produser:
Dimitri Rassam

Sutradara:
Martin Bourboulon

Skenario:
Matthieu Delaporte, Alexandre de La Patelliere

Pemeran:
Francois Civil, Vincent Cassel, Romain Duris, Pio Marmai, Eva Green, Louis Garrel, Vicky Krieps, Lyna Khoudri, Jacob Fortune-Lloyd, Eric Ruf

Durasi:
121 Menit

Rilisan:
AS

Tayang perdana:
29 November 2023

Review overview

Overall8

Summary

8Kisah tentang pemuda yang ingin mengabdikan diri menjadi anggota Musketeer. Ia terlibat dalam pusaran konflik istana yang menentukan masa depan Perancis.