Apakah ini yang disebut selfie? Seorang pemilik akun Instagram asal Indonesia menuliskan caption foto narsis miliknya pada tiga hari yang lalu.

Tak dimungkiri, kata selfie tak ubahnya virus yang mudah menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk negeri ini. Menyandang predikat Word of The Year 2013 dari Oxford Dictionaries, selfie diartikan sebagai foto diri (foto narsis) yang biasanya diambil menggunakan ponsel pintar atau webcam, lalu diunggah ke situs web media sosial. Sepanjang 2013, penggunaan kata selfie dalam bahasa Inggris meningkat hingga 17.000 persen dari tahun sebelumnya.

Selfie pun kian bersemayam di media sosial. Tagar #selfie telah digunakan dalam Instagram sebanyak 57 juta kali pada akhir 2013 dan terus meningkat. Berdasarkan penelusuran pada Jumat (10/1), jumlah penggunaan tagar mencapai 68,7 juta. Di antara jutaan tagar yang terekam, para pengguna dapat menemukan pengunggah foto yang membubuhkan tagar #selfie pertama kali pada 16 Januari 2011, yaitu Jennifer Lee selaku pemilik akun jennlee.

Pahami diri

Dalam video wawancara BBC, fotografer profesional Nigel Barker menyatakan bahwa setiap orang berhak untuk berfoto narsis dengan berbagai gaya dan alasan. Akan tetapi, selfie tak sekadar perkara memikirkan pose yang baik dan buruk. Individu justru diajak untuk memahami diri sendiri. Untuk apa Anda memperlihatkan pose yang begitu menarik dan mengundang perhatian, tetapi hal tersebut tidak mencerminkan diri kita sendiri. Nilai reflektif inilah yang luput dari perhatian, terutama bagi peramai media sosial yang rela menjadi orang lain demi sebuah pengakuan publik.

Nigel menegaskan, selfie tak semata-mata ingin memperlihatkan kepada publik mengenai kondisi Anda yang lebih baik saat ini. Bukan pula perkara tingginya rasa percaya diri ataupun narsistis. Sisi positif yang perlu disadari adalah pada saat melihat foto diri, Anda seolah-olah berkata, Inilah saya; saya merasa bahagia. Dengan demikian, apa yang telah dilakukan memang berdasarkan kemauan pribadi dan cerminan dari karakter diri sendiri. Nigel percaya bahwa mata,”bagian tubuh yang selalu terlihat dalam selfie,”menjadi jendela jiwa yang memancarkan kejujuran sehingga orang lain dapat menilai sendiri.

Promosi diri

Pandangan lain mengenai foto diri juga datang dari aktor James Franco yang sering disebut-sebut sebagai Selfie King. Mashable melansir, foto-foto narsis miliknya yang tersimpan dalam Instagram selalu diapresiasi oleh lebih dari 1 juta pengikut (follower). Bahkan, beberapa foto mampu menginspirasi publik. Ini dibuktikan dengan jamak orang yang meniru pose sang raja dengan buku di atas kepala.

Franco menganggap selfie begitu penting dalam kehidupan selebritas. Di era yang dipenuhi informasi hanya dengan satu klik, seorang public figure tentu membutuhkan upaya khusus untuk mengajak publik berhenti sejenak dan fokus terhadap satu informasi. Oleh karena itu, selfie bisa dijadikan sebagai senjata untuk menarik perhatian asalkan seseorang mampu mengemasnya dengan menarik.

Selfie pun bisa menjadi cara promosi diri (self-promotion) agar semua pihak (media atau produser film) melihat karakter selebritas yang diincar melalui foto. Misalnya, seorang artis yang gemar berfoto bersama binatang peliharaan bisa saja dinilai sebagai penyayang binatang.

Franco sendiri mengaku tidak tertarik kepada pemilik akun media sosial yang tak memiliki koleksi foto narsis satu pun karena ia perlu mengetahui lebih dulu kepribadian orang yang akan diajak kerja sama. Salah satu caranya adalah menilai karakter orang lain melalui koleksi foto.

Nah, bagaimana dengan Anda? Seberapa sering Anda mengaktifkan fitur kamera depan pada ponsel dan berpose menarik agar foto yang dihasilkan layak untuk dipublikasikan? Sejumlah pihak yakin, fenomena selfie masih akan terus melanggengkan diri hingga beberapa tahun ke depan seiring dengan meningkatnya pertumbuhan jejaring sosial. [GPW]

Shortfact

Pada medio Desember tahun lalu, Google mengunggah video tentang hasil penelusuran sepanjang 2013. Mulai dari kelahiran putri Pangeran William dan Kate Middleton hingga kisah haru bocah penderita leukemia, Miles Scott, yang mewujudkan mimpi menjadi Batkid.

noted: “Selfie”, Tak Sekadar Narsis

foto: shutterstock