Trauma dan kepahitan hidup dapat mendorong seseorang melakukan balas dendam. Monkey Man menuturkan kisah seorang pemuda misterius yang merencanakan dan melakukan balas dendam dengan teramat niat.

Pemuda yang diperankan Dev Patel itu hidup dari bertarung di bawah tanah. Ia memiliki ciri khas selalu mengenakan topeng monyet, sehingga dijuluki “monkey man”.

Selain bertarung, ia mencari cara untuk dapat menembus kalangan elite kota. Hingga akhirnya ia mendapat kesempatan dengan menjadi pelayan di sebuah klub eksklusif yang dikelola oleh Queenie (Ashwini Kalsekar). Ternyata, ia memiliki rencana balas dendam terhadap polisi korup, Rana (Sikander Kher). Dendam itu berhubungan dengan masa lalu si pemuda.

Baca juga: It Lives Inside, Patahkan Kuasa Jahat Lintas Budaya

Berhasilkan ia mewujudkan rencananya? Film sepanjang dua jam lebih ini menyajikan liku-liku yang dihadapinya untuk membalaskan dendam.

Debut berdarah-darah

Monkey Man adalah film debut penyutradaan Dev Patel. Ia juga menjadi pemeran utama sekaligus salah satu penulis naskah. Tak pelak, ini menjadi pembuktian aktor kelahiran London, Inggris yang beken berkat film Slumdog Millionaire (2008).

monkey man

Tidak heran jika Patel berusaha mengeluarkan seluruh upaya terbaiknya. Termasuk tekun berlatih adegan-adegan perkelahian. Ia bahkan mengalami sejumlah cedera, termasuk patah tulang dan infeksi mata, selama pengambilan gambar.

Patel mengaku mendapat inspirasi dari sejumlah film dalam genre ini yang mengambil topik seputar balas dendam. Termasuk di antaranya serial John Wick. “Beberapa film favorit saya adalah Man from Nowhere dan Oldboy, juga film luar biasa dari Indonesia, The Raid. Kami bahkan mempekerjakan sejumlah tim dari The Raid, juga tim dari John Wick,” tutur Patel.

Baca juga: Tarot, Berpacu Melawan Takdir Kutukan

Memang, gara-gara proses produksi tertunda akibat pandemi, pengambilan gambar kemudian dilakukan pada 2021 di Batam, Indonesia. Jika teliti, penonton dapat menyimak sejumlah petunjuk khas yang menandakan adegan film ini diambil di Indonesia.

Aksi laga yang ditawarkan dalam Monkey Man amat intens. Mulai dari pertarungan di arena bawah tanah hingga perkelahian di dalam klub. Selain menampilkan emosi yang kuat, adegan-adegan tersebut juga amat sarat kekerasan dan berdarah-darah. Ini bisa menjadi perhatian bagi mereka yang tidak ingin menyimak adegan kekerasan berlebihan.

monkey man

Namun, dari sudut pandang pencerita, kekerasan itu menjadi amat relevan dan menentukan. Seperti diutarakan tokoh bijak Baba Shakti (Makarand Deshpande), kekerasan telah berputar-putar. Trauma akibat kekejaman masa kecil berubah menjadi dendam yang berbuah pada tindak kekerasan setelah dewasa.

Derita sang pemuda merupakan jeritan kaum bawah yang bukan hanya terpinggirkan secara ekonomi, tetapi juga tertindas kesewenang-wenangan aparat sekaligus obyek kepentingan politisi. Semuanya digambarkan dengan gamblang dalam Monkey Man.

Elemen lain yang menarik adalah budaya dan keyakinan masyarakat Hindu India. Sang pemuda memilih sosok monyet karena terinspirasi dari legenda Hanuman, tokoh yang mewakili kekuatan dan keberanian.

“Film ini berlatar belakang India modern, dan kami mengambil salah satu mitologi tertua yang kita miliki dan memberikan sentuhan baru. Kami mengambil sesuatu dan menjadikannya sepenuhnya orisinal. Film ini penuh energi, jiwa, dan budaya, serta menampilkan beberapa aksi paling gila,” tutur Patel.

Hasilnya memang tidak mengecewakan. Monkey Man merupakan film aksi brutal dengan kisah drama yang memikat. Film ini sudah tayang di layar lebar Tanah Air. Bagi penggemar film laga, jangan sampai kelewatan.

Jenis Film:
Aksi, Thriller

Produser:
Jason Cloth, Will Flynn, Jordan Peele

Sutradara:
Dev Patel

Skenario:
Paul Angunawela, John Collee, Dev Patel

Pemeran:
Dev Patel, Sharlto Copley, Sobhita Dhulipala, Adithi Kalkunte, Sikandar Kher, Pitobash, Brahim Chab, Vipin Sharma, Nagesh Bhonsle, Anup J. Patel, Jino A. Samuel

Durasi:
121 Menit

Rilisan:
AS

Tayang perdana:
29 Mei 2014

Review overview

Overall7

Summary

7Kisah tentang seorang pemuda yang ingin membalaskan dendam akibat trauma masa lalu yang kelam.