Ketika merasa tidak enak badan, amankah bagi kita untuk berolahraga? Pada banyak kasus, olahraga dengan intensitas ringan sampai sedang ternyata cukup membantu untuk pemulihan.

Saat sedang sakit, mungkin berolahraga tidak terlintas dalam benak kita. Memang, olahraga bukan selalu menjadi ide yang bagus. Namun, banyak juga ternyata yang terbantu setelah melakukan olahraga ringan.

Dr Richard Besser, penulis Tell Me the Truth, Doctor: Easy-to-Understand Answers to Your Most Confusing and Critical Health Question mengatakan, olahraga bisa bermanfaat atau sebaliknya membawa mudarat bagi mereka yang sedang sakit. Untuk menentukan apakah aman untuk berolahraga ketika sakit, menurut Dr Besser kita bisa mengacu pada “aturan leher”, yang memisahkan tubuh menjadi dua bagian: di atas leher dan di bawah leher.

Apabila gejala penyakit terasa di atas leher, misalnya bersin, sakit kepala ringan, dan hidung tersumbat, melakukan kegiatan yang membuat kita berkeringat relatif aman. Namun, apabila gejala terjadi pada bagian di bawah leher, seperti sakit tenggorokan, batuk, muntah, diare, kedinginan karena demam, dan sebagainya, tubuh memerlukan waktu beberapa hari untuk beristirahat sebelum siap melakukan olahraga ringan.

Meski dengan panduan tersebut, cara terbaik untuk memutuskan aman tidaknya berolahraga adalah mendengarkan tubuh sendiri. Artinya, ketika kamu merasa gejala sinus akan memburuk jika berolahraga, jangan lakukan.

Apabila mau berolahraga pun, timbang-timbang olahraga semacam apa yang cocok dan tak akan memperburuk gejala. Berikut ini, beberapa contoh olahraga ringan yang baik dilakukan.

1. Berjalan kaki

Sakit ringan atau terserang flu mungkin akan sedikit menurunkan level energimu, yang membuat olahraga yang intens terasa berlebihan untuk tubuh. Lakukanlah yang ringan dulu seperti berjalan kaki, cukup 20 menit saja untuk meringankan gejala flu. Pasalnya, berjalan kaki dapat menstimulasi kita untuk mengambil napas dalam dan membantu melebarkan saluran pernapasan.

Baca juga: Manfaat Jalan Kaki Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

2. Joging

Jika joging adalah bagian dari kegiatan rutinmu, tak perlu absen melakukannya karena flu ringan. Beberapa pasien yang terbiasa joging mengaku, olahraga ini membuat mereka merasa lebih baik ketika sakit. Namun, ketika sakit, kamu bisa menyesuaikan kembali intensitas, kecepatan, dan jarak jogingmu.

3. Yoga

Tubuh melepaskan hormon kortisol ketika melawan infeksi seperti flu. Riset mendapati, teknik-teknik untuk meredakan stres, seperti yoga dan latihan pernapasan, dapat membantu meningkatkan imunitas. Selain itu, peregangan ringan dapat meredakan pula nyeri atau ngilu yang dirasakan tubuh akibat infeksi flu.

4. Menari

Zumba atau sekadar bergoyang dengan lagu favoritmu di rumah dapat menjadi teknik pereda stres juga. Menari juga cenderung berdampak rendah (low impact), jadi kita bisa berkeringat tanpa memberi beban terlalu banyak untuk otot. Tentu, sesuaikan gerakan dengan kondisi tubuhmu, tak perlu terlalu memaksa.