Setelah I Know What Love Isn’t dirilis pada 2012, Jens Lekman kembali menghadirkan sebuah karya yang menyenangkan pada tahun ini. Musisi asal Swedia ini menghadirkan sebuah mixtape berjudul WWJD ke telinga pendengar musik dunia. Berdurasi 33 menit, Jens mencampurkan banyak lagu yang diambil secara utuh dan tidak dari musisi lain.

Dari rekaman campuran itu, Jens memasukkan tiga lagu barunya berjudul “WWJD”, “I Remember”, dan “What’s That Perfume That You Wear?” Ketiga lagu itu dicampur tanpa ada jeda antara satu judul lagu dengan lagu lainnya. Di situs webnya, Jens juga memberikan pernyataan mengenai mixtape ini.

Nama WWJD sendiri dipilihnya saat sedang berkendara melewati Amerika bagian barat. Saat itu, dia berhenti di pompa bensin dan membeli sebuah gelang WWJD. Alih-alih mengikuti kepanjangan aslinya (what would Jesus do?), Jens bersikeras kepanjangan itu adalah what would Jens do? Justru dari pernyataan yang dibuat sendiri itulah Jens melihat dirinya sendiri dan berpikir mengenai sebuah ketidakpastian dan kebingungan. “Apakah yang Jens lakukan?”

“Aku pikir ini merupakan sebuah cara yang baik untuk menemukan arah langkah baru dalam hidup dan meninggalkan arah langkah yang sebelumnya aku ambil, yang justru tidak membawa ke tempat yang lebih baik,” ujarnya di situs web pribadinya.

Oleh karena itu, Jens mendefinisikan mixtape miliknya bercerita tentang penyesalan, belajar dari kesalahan, dan membuat diri lebih baik. Jens menulis tiga buah lagu pada tahun lalu dan dengan cepat merekamnya. Jens merasa, lagu-lagunya tidak sama dengan lagu yang ditulisnya. Sebenarnya, lagu selain WWJD disiapkan untuk album selanjutnya, tetapi dia sangat sulit untuk melupakannya sehingga dimasukkan ke dalam mixtape ini.

Pada mixtape ini, Jens memadukan beberapa aliran musik, tetapi tidak ekstrem. Genre besarnya tetap pop. Ada Bunny Maloney, David Bryne, Jennifer Lara, dan lainnya di dalam mixtape ini. Hasilnya, sebuah album yang sangat personal dari Jens Lekman. Namun, tiga lagu dari Jens Lekman ini tetap tampil menyenangkan di tengah lagu-lagu lainnya, seperti layaknya pop Swedia yang terdengar menyenangkan walaupun lagu itu bertema sedih. [VTO]

foto: pitchfork.com

noted: “mixtape” baru dari jens lekman