Selama bulan Ramadhan, ibadah puasa secara otomatis mengubah perilaku dan pola konsumsi masyarakat. Bagi sebagian orang, antusiasme untuk menjalankan ibadah puasa kerap terhadang hambatan terganggunya metabolisme tubuh akibat perubahan pola konsumsi. Perlu siasat khusus agar ibadah puasa dapat berjalan lancar, khususnya bagi pengidap penyakit menahun.

Hasil jajak pendapat Kompas menunjukkan antusiasme publik yang besar untuk menjalankan ibadah selama bulan Ramadhan, termasuk di antaranya responden pengidap penyakit menahun. Meski memiliki penyakit seperti maag, diabetes, penyakit jantung, atau penyakit terkait pembuluh darah, keputusan untuk tetap menjalankan ibadah puasa sudah bulat bagi mereka.

Dalam jajak pendapat yang diselenggarakan awal bulan ini, tak kurang dari sepertiga responden mengaku mengidap penyakit menahun. Kekhawatiran terbesar mereka adalah kambuhnya penyakit yang mereka idap. Mayoritas bahkan mengaku penyakit yang mereka idap menjadi hambatan yang mengganggu jalannya ibadah puasa. Penyakit yang paling banyak diidap oleh kelompok responden ini adalah sakit maag.

 

Sakit Maag

Dalam dunia kesehatan, penyakit maag dikenal sebagai gastritis, yaitu gangguan pada lambung yang menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut, nyeri di ulu hati, cepat kenyang, kembung, mual dan muntah. Pada kasus yang lebih parah, penderita bisa muntah darah yang menandakan terjadinya tukak lambung atau tukak usus dua belas jari.

Penyebab sakit maag bisa bermacam macam, salah satunya adalah akibat produksi asam lambung yang berlebihan. Pemicunya antara lain adalah gangguan gerakan saluran cerna, stres berlebihan, atau pemakaian obat-obatan seperti obat pereda nyeri dalam jangka panjang.

Berpuasa tidak dilarang bagi penderita maag, jika memang tidak menunjukkan gejala yang berat seperti muntah-muntah hebat dan tidak bisa makan atau maag kronis. Berpuasa justru memberi kesempatan kepada saluran cerna untuk bekerja lebih baik. Tak hanya bagi pengidap penyakit, setiap orang pada prinsipnya wajib memiliki kebiasaan yang baik dalam mengonsumsi makanan dan minuman agar puasa berjalan lancar.

Pertama, kalori harus mencukupi kebutuhan dengan waktu makan yang pendek agar kebutuhan utama bisa tercukupi. Kedua, kandungannya harus lengkap dan seimbang. Artinya menu yang dikonsumsi juga harus mengandung karbohidrat kompleks, yaitu kelompok karbohidrat berserat tinggi seperti beras merah atau oatmeal. Karbohidrat kompleks lainnya adalah sayur dan buah.

 

Olahraga dianjurkan

Hasil jajak pendapat Kompas menunjukkan besarnya jumlah responden yang mengurangi frekuensi olahraga selama bulan puasa. Banyak yang tidak mengetahui aktivitas olahraga jika dilakukan dengan tepat saat berpuasa justru akan membantu vitalitas tubuh.

Salah satu siasat untuk tetap bisa berolah raga saat puasa adalah mengubah jadwal menjadi 30 menit hingga 1 jam sebelum berbuka puasa. Pada umumnya, temperatur tubuh dan hormon mengalami titik puncak pukul enam sore. Berolahraga pada periode 3 jam sebelum atau setelah pukul 6 sore, dipercaya bermanfaat meningkatkan daya tahan tubuh dan pembangunan otot.

Agar tetap fit dan tidak lemas saat berolahraga di bulan puasa, istirahat cukup di malam hari sangat diperlukan. Memperbanyak konsumsi makanan sehat seperti sayuran dan buah-buahan saat sahur juga akan membantu stamina tetap terjaga. Saat berbuka, sebaiknya tidak menunda konsumsi makanan dan minuman bergizi untuk mengganti energi tubuh yang hilang saat berolah raga. Makanan tinggi protein sangat dianjurkan untuk mencegah penyusutan otot dan mempercepat pemulihan setelah berolahraga. (Nila Kirana/Litbang Kompas)

 

Jajak Pendapat Kompas

 

Kegiatan Olahraga Selama Bulan Ramadhan
Persen
Berkurang49%
Tetap30%
Bertambah3%
Tidak pernah18%
Total100%

N=386

 

Hambatan Menjalankan Puasa
Persen
Sulit menahan emosi22%
Problem kesehatan (bau mulut, lemas, penyakit)13%
Sulit bangun saat sahur11%
Kurang bisa menahan lapar dan haus6%
Terlewatkan waktu ibadah (salat, Tawarih, dsb)2%
Lainnya7%
Tidak ada hambatan39%
n=134

 

Penyakit Menahun yang Diidap
penyakitPersen
Maag36%
Diabetes28%
Jantung & pembuluh darah25%
Kanker4%
Saraf3%
Paru-paru3%
Mata1%

n=68

 

 

Metode Jajak Pendapat

Pengumpulan pendapat melalui telepon ini diselenggarakan Litbang ”Kompas” tanggal 6–7 Juni 2015. Sebanyak 386 responden minimal berusia 17 tahun dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis dari buku telepon terbaru. Responden berdomisili di 12 kota. Menggunakan metode ini, pada tingkat kepercayaan 95 persen, nir-pencuplikan penelitian ± 5,4 persen. Meskipun demikian, kesalahan di luar pencuplikan dimungkinkan terjadi. Hasil jajak pendapat ini tidak dimaksudkan untuk mewakili pendapat seluruh masyarakat negeri ini.

 

 

Tips Berolahraga Selama Puasa

  • Memilih jenis olahraga ringan, seperti joging, treadmill, atau sepeda statis. Yoga dengan beragam teknik pernapasan disertai latihan peregangan sederhana juga merupakan cara ideal untuk mempertahankan kebugaran tubuh selama puasa. Latihan beban hendaknya dihindari karena bisa menghasilkan gula glikogen. Hal ini akan membuat tubuh cepat lelah.
  • Tidak berolahraga menjelang tidur. Langkah ini memberikan kesempatan tubuh untuk beristirahat. Bila sudah menjadi kegiatan rutin, olahraga selama bulan puasa bisa dilakukan setiap dua hari sekali. Bila sebaliknya, lebih baik memulainya secara perlahan-lahan.
  • Mencari tempat yang sejuk untuk berolahraga. Tujuannya agar terhindar dari pengeluaran keringat berlebih.
  • Biasakan lakukan pemanasan dan pendinginan setelah olahraga, sehingga tubuh bisa menyesuaikan dengan kondisi sebelum dan setelah berolahraga. Istirahat cukup sangat diperlukan.

 

 

Beberapa Jenis Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Dihindari Penderita Maag.

  1. Makanan yang banyak mengandung gas seperti sawi dan kol. Buah-buahan tertentu yang tinggi gas seperti nangka dan pisang ambon. Makanan berserat tertentu seperti kedondong dan buah yang dikeringkan. Minuman bersoda harus dihindari karena akan membuat perut kembung.
  2. Makanan yang merangsang timbulnya asam lambung seperti kopi, minuman beralkohol, anggur putih, sari buah sitrus, dan susu.
  3. Makanan berlemak seperti kue tar, cokelat dan keju sangat sulit dicerna dan dapat memperlambat pengosongan lambung. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan peregangan di lambung yang akhirnya dapat meningkatkan asam lambung.
  4. Makanan yang secara langsung merusak dinding lambung yaitu makanan yang mengandung cuka dan pedas, merica, dan bumbu yang merangsang.

noted: menjaga tubuh tetap bugar saat puasa