Kita mungkin pernah melihat iklan di media massa tentang produk minuman dari buah pomegranate. Kita mungkin lebih mengenalnya delima (Punica granatum linn). Tahukah kamu, manfaat delima ternyata sangat banyak.

Delima kini memang tengah naik pamor. Buah yang tanamannya sebagian besar hanya digunakan sebagai penghias pekarangan rumah ini, sekarang mendapat perhatian lebih. Setelah sekian lama diabaikan, kini manfaat buah delima mulai terkuak.

Jenis delima

Buah berbentuk bulat seukuran jeruk ini berkulit keras, merah, kecokelatan, atau agak ungu. Daging buahnya berbentuk butiran-butiran berwarna merah dan terasa manis-segar.

Ada tiga jenis buah delima: delima putih, delima ungu, dan delima merah. Namun, yang paling dikenal adalah delima merah. Buah ini, konon, berasal dari daerah Asia Barat, kemudian menyebar di kawasan Mediterania. Buah ini juga mudah ditemukan di Asia Tenggara dan bagian selatan China.

Manfaat Delima bagi tubuh

Bisa dikatakan, seluruh bagian tanaman delima dapat dimanfaatkan untuk kesehatan. Daging buah delima dapat dimanfaatkan untuk menurunkan berat badan, mengatasi penyakit cacingan, sariawan, radang tenggorokan, tekanan darah tinggi, rematik, perut kembung, dan sebagainya. Biji buah delima dapat digunakan sebagai obat penurun demam, batuk, keracunan, dan cacingan.

Kulit akar delima menyimpan banyak senyawa alkaloid. Salah satunya adalah pelletierin, yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit cacingan. Sementara itu, air rebusan bunga delima bisa dijadikan alternatif pereda sakit gigi.

Kulit buah delima dapat digunakan untuk mengobati penyakit perut, seperti disentri, diare, muntah darah, batuk darah, pendarahan rahim, pendarahan rektum, dan nyeri lambung. Sementara itu, kulit delima bisa dipakai untuk mengendalikan penyebaran infeksi virus polio dan virus herpes simpleks. Adapun bunga delima bisa digunakan untuk membantu meringankan radang gusi, pendarahan, dan bronkitis.

Baca juga : 

Jus delima dapat membantu membersihkan mulut dan gigi, mencegah infeksi, dan menghilangkan bau mulut yang tak sedap. Selain itu, jus delima dipercaya dapat menangkal penyakit jantung dan meluruhkan penumpukan lemak. Sebab, jus buah delima mengandung asam sitrat, asam malat, glukosa, fruktosa, maltosa, vitamin A dan C, mineral (kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, natrium, kalium), dan tanin. Kandungan antioksidan yang tinggi dalam buah delima juga dapat membantu menangkal radikal bebas.

Lain lagi dengan pandangan masyarakat China pada buah delima. Bagi masyarakat China, buah delima identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Diyakini, banyaknya biji delima melambangkan rezeki yang berlimpah.

Melihat ragam manfaat buah delima bagi kesehatan, tak heran jika si merah ini kian dilirik. Mengonsumsi buah delima pun seakan tak ragu lagi.