Peralatan memasak yang kurang tepat dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan. Oleh karena itu, ketahui karakter material utama yang digunakan dan sesuaikan dengan kebutuhan memasakmu. Berikut ini, sedikit ulasan tentang beberapa material peralatan memasak.

  • Bahan antilengket
Bahan antilengket
Bahan antilengket

Ini adalah material yang paling populer digunakan sebagai bahan peralatan masak, tetapi juga yang paling kontroversial. Menurut Environmental Working Group di AS, pelapis antilengket dapat mencapai suhu hingga 300 derajat celsius dalam 2–5 menit setelah dipanaskan dan melepaskan 15 jenis gas dan bahan kimia, termasuk karsinogen. Semakin panas suhu, semakin banyak bahan kimia yang dilepaskan.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi dampak buruk peralatan masak antilengket ini adalah menjaga suhu memasak di bawah 200 derajat celsius. Agar lapisannya tidak mengelupas dan berpotensi melepaskan lebih banyak zat berbahaya, jangan gunakan bahan metal untuk memasak dengan wajan antilengket atau mencucinya.

  • Baja antikarat
Baja antikarat
Baja antikarat

Material ini adalah campuran dari beberapa jenis logam, antara lain nikel, kromium, dan molibdenum. Logam ini bisa juga bermigrasi ke makanan ketika memasak. Namun, asalkan peralatan masakmu tidak lecet atau rusak, hal ini bisa ditoleransi tubuh dan dianggap tidak membahayakan. Seperti juga pada bahan antilengket, hindari menggunakan bahan yang abrasif untuk membersihkan peralatan masak ini.

  • Aluminium

Aluminium adalah bahan logam yang cukup reaktif dan dapat luluh bercampur ke dalam makanan, terutama kalau kamu memasak dengan bahan-bahan yang bersifat asam. Dalam jumlah besar, kristal aluminium yang mengendap diperkirakan terkait dengan gangguan koordinasi motorik visual dan penyakit alzheimer.

Namun, kemungkinan sampai terbentuknya endapan residu aluminium dalam tubuh sangat kecil. Apalagi, sebenarnya kita hampir tak mungkin tidak mengasup zat ini, lantaran elemen ini dapat juga ditemukan di udara, air, dan tanah. Oleh karenanya, memasak dengan aluminium secara umum relatif aman. Yang perlu dicatat, hindari memasak sesuatu yang bersifat asam dengan aluminium.

  • Besi tuang (cast iron)

Alat masak dari besi tuang atau besi cor dikenal karena keawetan dan distribusi panasnya. Permukaan besi tuang yang tidak dilapisi (unglazed) dapat mentransfer sejumlah zat besi ke dalam makanan. Namun, tidak seperti logam lain yang patut diwaspadai, peralatan makan ini dinilai aman oleh US Food and Drug Administration (FDA).

Kalau ingin alat masakmu tidak lengket ketika digunakan, kamu bisa menambahkan sedikit minyak atau lemak ke dalam masakan. Ini akan mengisi pori-pori pada permukaan alat masak sehingga masakanmu tidak lengket dengan peralatan memasak.

  • Tembaga

Bahan tembaga juga bisa luluh ke dalam makanan ketika dipanaskan. Oleh karena itu, FDA menyarankan untuk menghindari pemakaian alat masak tembaga tanpa pelapis. Sama seperti banyak peralatan logam lain, hindari juga pemakaian bahan metal untuk mencuci atau membersihkan agar lapisan pelindungnya tidak rusak.

  • Keramik, enamel, dan kaca
Bahan kaca
Bahan kaca

Nah, bahan-bahan inilah yang secara umum menjadi pilihan paling aman. Material ini relatif tidak mentransfer zat yang berisiko untuk kesehatan ketika digunakan untuk memasak.

 

Baca juga:

Berapa Lama Makanan Beku Bisa Disimpan?

Jangan Merebus Sayuran, Ini Cara Terbaik Memasaknya

4 Cara Memasak Rendang agar Lezat Hasilnya