Kamu sering melihat video masak di Youtube atau membaca resep masakan asing? Pasti kamu pernah melihat masakan itu ditaburkan daun thyme (baca: timi) atau Thymus vulgaris. Tapi, tahukah kamu kalau manfaat daun thyme baik untuk kesehatan.

Awalnya, thyme sering digunakan untuk keperluan kesehatan. Bahkan, pada zaman Mesir kuno, thyme dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pembalsaman jenazah para pharaoh atau raja-raja Mesir agar bisa diawetkan.

Masyarakat Yunani kuno juga menggunakan thyme yang dibakar sebagai pengantar doa dan pujian di kuil-kuil pemujaan dewa-dewi. Pada sekitar abad pertengahan, thyme menjadi perlambang keberanian. Ranting thyme biasanya disematkan pada scarf yang dikenakan para prajurit sebelum berperang.

Dalam perkembangannya, thyme juga dipakai untuk bumbu masakan. Thyme mirip tumbuhan perdu yang tumbuh bergerombol. Batang dan tangkainya kecokelatan. Daunnya hijau segar dan berukuran kecil. Bagian bawah daunnya berwarna keputihan. Thyme menguarkan aroma khas yang segar.

Kaya manfaat

Dalam dunia kuliner, thyme kerap digunakan sebagai bumbu sup dan campuran beragam jenis saus. Thyme biasanya dicampur dengan daun bawang dan bawang bombai untuk sup. Penggunaan lainnya, thyme sering dijadikan bahan bumbu rendaman daging ayam, sapi, dan ikan sebelum dimasak.

Sebagai bumbu masakan, thyme kerap digunakan pada makanan di kawasan Mediterania dan Eropa bagian selatan. Thyme dipakai untuk menyedapkan pasta, makaroni, jamur, dan masakan lainnya. Selain bumbu masakan, thyme juga diolah menjadi teh herbal sebagai minuman kesehatan.

Kandungan vitamin dalam thyme cukup banyak. Di antaranya, vitamin A, B kompleks, C, E, dan K. Mineral dalam timi pun cukup lengkap. Dalam thymeterkandung potasium, zat besi, kalsium, mangan, magnesium, dan selenium. Kandungan antioksidan dalam thyme juga cukup tinggi.

Tanaman thyme juga mengandung thymol. Ini adalah minyak esensial yang mempunyai beragam manfaat. Di antaranya sebagai antiseptik dan antijamur.

Tak mengherankan bila sejak abad pertengahan, thyme juga mulai digunakan sebagai bahan untuk berkumur dan digunakan sebagai obat oles. Aromanya yang segar dimanfaatkan untuk menangani masalah pernapasan. Misalnya, batuk dan sesak napas.

Riset yang dimuat Food Microbiology pada 2004 menyebutkan, minyak esensial thyme dapat membersihkan daun selada dari mikroorganisme penyebab diare. Minyak esensial timi juga dapat membersihkan sayuran lain dari sejumlah bakteri berbahaya.

Baca juga :

Mengawetkan makanan

Yang tak kalah menarik, thyme juga bisa diolah menjadi bahan untuk membantu mengawetkan makanan. Dengan dicampur daun basil atau kemangi, thymei dapat membuat kesegaran makanan yang tidak dimasak, seperti salad, menjadi lebih tahan lama. Warna dan aroma salad pun cenderung stabil berkat campuran thyme.

Manfaat thyme lainnya, yaitu dikonsumsi untuk membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol, meringankan batuk, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan sebagai aromaterapi.

Thyme pun mengandung bahan antiserangga dan antikutu serta antihama tanaman. Minyak thyme biasa dioleskan pada lengan dan kaki untuk mencegah gigitan nyamuk. Thyme bahkan menjadi bahan untuk deodoran dan bahan pengharum ruangan alami. Meski manfaat thyme cukup banyak, tanaman herbal ini masih terbilang jarang di Indonesia.