Banyaknya pilihan program penurunan berat badan atau diet hendaknya membuat kita lebih cerdas untuk memilih yang terbaik. Cermati dulu informasi mengenai program penurunan berat badan. Lebih baik lagi bila sebelum menjalankan diet, terlebih dulu berkonsultasi pada pakar gizi. Dari sekian banyak jenis diet, jika pernah mendengar tentang diet ala OCD dan diet mayo, mari sekarang melirik diet paleo (paleo diet).

Sebenarnya, diet paleo bukan jenis diet yang benar-benar baru. Tidak jauh-jauh dari namanya, diet ini memang mengambil konsep pola makan pada zaman Paleolithikum. Masyarakat pada masa itu mengonsumsi makanan yang segar dan tidak banyak melalui proses kimia. Pola makan inilah yang membuat masyarakat Paleolithikum mempunyai kesehatan fisik yang cukup baik.

Makanan dalam kemasan serta mengandung pengawet, pewarna buatan, dan berkadar gula tinggi lebih memicu risiko terkena sejumlah gangguan kesehatan. Di antaranya, gangguan pencernaan, penyakit jantung, obesitas, dan diabetes. Melihat pola makan kehidupan modern yang kurang sehat, pola makan ala zaman Paleolithikum mulai banyak dilirik.

Diet paleo menganjurkan seseorang banyak mengonsumsi buah-buahan segar dan sayuran, daging hasil ternak organik, ikan-ikan laut segar, kacang-kacangan, telur, dan bji-bijian. Sebaliknya, jenis makanan dan minuman tertentu seperti gandum dan olahannya, serealia, susu dan olahannya, dan gula sebaiknya dihindari. Makanan yang mengandung pemanis atau makanan yang terlalu banyak melalui proses seperti daging cincang kalengan juga perlu dihindari pelaku diet paleo.

Meskipun peminat diet paleo di Indonesia belum banyak, program diet cukup menarik. Sejumlah manfaat kesehatan bisa didapat dengan menjalankan diet paleo. Di antaranya, membantu mengendalikan kadar gula darah, mencegah risiko perdarahan, mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL), mencegah penyakit jantung, mencegah diabetes, dan membantu mengurangi kadari lemak dalam tubuh. Bahkan, menurut European Journal of Clinical Nutrition, diet ini membantu perempuan lanjut usia untuk menurunkan berat badan, mengurangi lemak pada bagian perut, dan membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

Akan tetapi, banyak pakar gizi mengkhawatirkan tubuh akan kekurangan asupan kalsium dan vitamin D karena tidak mengonsumsi susu dalam diet paleo. Selain itu, sejumlah nutrisi penting lainnya dalam berbagai makanan seperti nasi dan olahan gandum juga ikut hilang karena menjalankan diet ini.

Risiko berkurangnya salah satu asupan gizi bisa saja terjadi. Namun, apabila diet paleo dijalankan dengan tepat, dengan konsumsi beragam makanan yang bergizi seperti ikan dan telur, gizi akan tercukupi, risiko kurangnya gizi tertentu bisa dihindari.

Selain itu, diet paleo tidak dilakukan selama bertahun-tahun. Diet ini sebaiknya dijalankan dalam periode waktu tertentu untuk membantu menurunkan berat badan. Selanjutnya, pola makan biasa dapat diteruskan dengan tetap memperhitungkan asupan makanan untuk mencapai gizi yang seimbang. [*/MIL]

Kriteria Makanan Diet Paleo

Bisa dikonsumsi

  • Seafood
  • Telur
  • Ubi jalar
  • Sayuran yang tidak mengandung tepung
  • Buah-buahan
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian
  • Minyak kelapa, minyak zaitun, dan minyak avokad
  • Teh
  • Rempah-rempah

Dihindari

  • Susu dan olahannya
  • Makanan yang mengandung gula dan pemanis
  • Makanan yang diproses (dalam kemasan)
  • Minyak jagung dan minyak kedelai
  • Gandum dan serealia

noted: Kilas Diet ala Masyarakat Purba

foto: shutterstock