Di Indonesia, wafel barangkali masih dianggap makanan ringan. Banyak kedai, toko kue, hingga restoran menyuguhkannya.

Namun, di Barat, wafel acap menjadi menu utama alias makanan berat. Kekhasan wafel terdapat pada teksturnya yang kotak-kotak. Jenis wafel ternyata cukup beragam, tetapi tidak semuanya bisa dengan mudah ditemukan di Indonesia.

Mari, kita nikmati secara visual beberapa jenis wafel. Siapa tahu kamu berniat mencoba membuatnya sendiri.

Wafel pandan Vietnam

Orang Vietnam membuat wafel dengan bahan yang unik. Jika biasanya wafel menggunakan susu, di Vietnam memakai santan. Adonan wafel kemudian diberi pewarna hijau yang berasal dari daun pandan. Perbedaan bahan ini menghadirkan cita rasa yang berbeda pada wafel Vietnam. Tekstur wafel Vietnam lebih empuk dan lembut dengan rasa yang lebih gurih. Selain mencetak dengan wadah kotak-kotak, orang Vietnam biasa menggulung wafel pandannya.

“Grid” ala Hong Kong

Serupa dengan wafel, kue grid di Hong Kong berbentuk bundar. Biasanya, kue ini dibagi menjadi empat potongan. Grid ala Hong kKong ini bertekstur lembut dengan tambahan mentega, selai kacang, atau gula.

“Taiyaki” di Jepang

Di Jepang, wafel tampil dengan rupa yang menarik, yaitu berbentuk ikan. Bahan, proses pembuatan, dan adonannya tak jauh berbeda dengan wafel pada umumnya. Bedanya, wafel khas Jepang ini diisi dengan kacang merah atau bahan lainnya. Sebutan populernya adalah taiyaki.

“Brunost” Norwegia

Sesuai namanya, wafel dari Norwegia ini menggunakan tambahan brunost. Brunost adalah sejenis keju berwarna cokelat yang rasanya manis. Keju ini biasa digunakan untuk beragam sajian kue dan roti di sana. Di Norwegia juga dikenal krumkake, sejenis wafel yang biasanya disajikan saat perayaan Natal.

Wafel khas Belgia

Wafel ala Belgia lebih renyah dibandingkan wafel khas Amerika. Jenisnya pun lebih beragam karena hampir tiap daerah mempunyai cita rasa wafel tersendiri. Salah satu yang cukup populer di Belgia berasal dari Liege yang adonannya seperti roti brioche. Wafel ini renyah, manis, dan padat.

Wafel liege dengan mudah bisa ditemukan di sejumlah toko atau swalayan. Wafel di Belgia sering dijumpai dengan tambahan topping berupa buah-buahan atau es krim. Untuk wafel liege, biasanya disajikan dengan sirop vanila atau cokelat. Namun, kerap juga disantap dengan tambahan buah-buahan segar.

“Stroopwafel” Belanda 

Adonan dan proses pembuatan wafel di Belanda tak jauh berbeda dengan wafel khas Amerika. Wafel khas Negeri Kincir Angin ini biasanya berbentuk bundar. Bagian atasnya dikucuri sirop manis.

Wafel kentang Inggris

Di Inggris, jenis wafel sebenarnya tidak jauh berbeda dengan negara-negara Eropa lainnya. Namun, di sana, ada wafel yang popular dan terbuat dari kentang. Cara memasaknya sama dengan wafel lain. Namun, wafel ini menggunakan bahan dasar kentang yang dihaluskan dan dicampur dengan berbagai bumbu.

Wafel khas AS

Di Amerika Serikat (AS), wafel biasa disajikan untuk sarapan pagi. Wafel AS sebenarnya mengadopsi resep Belanda. Adonan wafel ala AS menggunakan tambahan baking powder. Saat disantap, biasanya dikucuri sirop maple ditambah secuil mentega (butter). Saat masih hangat, mentega di atas wafel perlahan akan meleleh dan memberikan aroma harum serta rasa yang lezat. [*]