“Hore! Libur panjang!” pekik Hasan girang.

Mengingat kasus pandemik Covid-19, kegiatan belajar-mengajar di SD tempat Hasan bersekolah di Tangerang, Banten, dilakukan di rumah.

“Bukan libur, Hasan. Sekolah jalan terus, tetapi belajarnya di rumah,” sanggah Kak Tari, kakaknya.

Ibu lalu membawakan camilan kue timus. “Meskipun tidak ke sekolah, bukan berarti kamu bebas bepergian ke mana-mana, Hasan. Tujuan belajar di rumah untuk meredam penyebaran virus Korona.”

“Iya…,” jawab Hasan sambil membuka daun pisang pembungkus timus.

“Cuci tangan dulu, dong!” kata Kak Tari mengingatkan. “Menjaga kebersihan tangan agar terhindar dari virus atau bakteri.”

Meskipun agak kesal karena dicereweti kakaknya, Hasan bergumam, ah, yang penting besok-besok aku bisa bangun siang karena aku tak perlu ke sekolah.

Tapi, ternyata keinginan Hasan tidak terwujud. Ibu tetap membangunkannya pagi-pagi, seperti saat ia masih ke sekolah. Kak Tari malah menyuruhnya berolahraga pagi.

“Ayo, gerakkan tubuhmu, Hasan. Biar sehat dan otot tidak kaku!”

Dengan enggan, Hasan memutar pinggangnya ke kanan dan ke kiri. Kalau begini, lebih baik ke sekolah saja, ih, batinnya sebal.

Setelah berolahraga, Ibu menyuruh Hasan segera mandi. Padahal, biasanya, kalau tidak ke sekolah, Hasan sering mandi siang-siang.

“Akhirnya bisa sarapan juga,” celetuk Hasan setelah selesai mandi.

Ibu terkekeh. “Ini untuk kebaikan kamu juga, Hasan. Bila kita hidup dengan bersih dan sehat, daya tahan tubuh kita akan bagus. Tidak gampang sakit.”

“Sudah cuci tangan, kan?” kata Kak Tari kemudian.

“Tentu saja sudah,” jawab Hasan sebal, sambil mengunyah sarapan.

Baca Juga :

Sudah lebih dari seminggu Hasan belajar di rumah. Kini, rutinitas hariannya adalah tetap bangun pada waktu pagi, lalu berolahraga ringan, mandi pagi, menyiram tanaman, juga berjemur sinar mentari pagi.

Saat ini, Hasan sudah berada di meja belajarnya, bersiap mengerjakan tugas harian dari sekolahnya.

Hasan mengecek pesan di grup kelasnya di ponsel Ibunya. Ternyata berisi kabar banyak temannya yang sedang tidak fit tubuhnya.

Lalu masuk pesan dari Pak Joko, wali kelas mereka. “Anak-anak, meskipun kalian di rumah, kalian harus tetap aktif bergerak. Lakukan olahraga dan berjemurlah PADA pagi hari. Makan makanan bergizi dan rajin mencuci tangan. Supaya daya tahan tubuh kita kuat melawan virus dan bakteri jahat.”

Hasan tertegun. Ia mengerti sekarang, kenapa tubuhnya terasa bugar. Karena ia menjalankan kebiasaan hidup bersih dan sehat yang dipandu oleh Ibu dan kakaknya.

Diam-diam Hasan bersyukur sudah dicereweti oleh kakak dan ibunya.

Dalam hati Hasan berdoa, semoga wabah korona segera berlalu. Ia rindu ke sekolah lagi.*

logo baru nusantara bertutur

Oleh Tim Nusantara Bertutur
Penulis: Vina Maria A
Pendongeng: Kang Acep (Youtube : Acep Yonny)
Ilustrasi: Regina Primalita

Leave a Response