Seberapa banyak kita terkena paparan sinar biru (blue light) dari layar gawai kita? Kita memakai ponsel, bekerja dengan komputer, dan menonton televisi. Hati-hati, sinar biru dari berbagai layar ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan mata dan kulit.

Sinar biru adalah cahaya pada ujung spektrum cahaya yang berwarna biru. Secara alami, ini ditemukan pada sejumlah jenis cahaya, termasuk cahaya matahari. Namun, paparan ini makin tinggi karena juga terpancar dari peralatan elektronik yang saat ini terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari.

Menurut beberapa penelitian, kita terpapar sinar biru selama 6–9 jam setiap harinya, terutama dari ponsel dan layar komputer. Dengan panjangnya durasi paparan ini, risiko kesehatan semakin tinggi.

Sinar biru dapat menjadi musuh utama bagi kesehatan mata dan kulit. Berikut beberapa masalah kesehatan yang dipicu paparan sinar biru.

Degenerasi makula

Isu terbesar dari tingginya eksposure sinar biru setiap harinya seperti dari perangkat digital adalah risiko kerusakan mata. Sinar biru berpengaruh buruk terhadap retina dan bisa menyebabkan degenerasi makula atau age-related macular degeneration (AMD). Sinar biru dapat mengubah molekul penting pada retina menjadi sel abnormal yang merusak retina. Pada tahap lanjut, AMD dapat mengarah pada hilangnya penglihatan.

Insomnia

Ada kaitan antara paparan sinar biru dan kualitas tidur yang buruk. Menurut riset Harvard Health, paparan sinar bisu pada malam hari menekan sekresi melatonin, hormon yang memengaruhi ritme sirkadian yang mengatur jam tidur kita. Dengan kacaunya melatonin, banyak orang mengalami kesulitan tidur. Dalam tahap yang lebih serius, kurangnya waktu tidur bahkan memicu masalah kesehatan yang lain, seperti depresi dan masalah kardiovaskular.

Penuaan dini

Riset terbaru bahkan menemukan pengaruh buruk sinar biru terhadap kesehatan kulit. Paparan sinar biru menstimulasi produksi radikal bebas pada kulit. Oleh karenanya, sinar biru turut menjadi faktor penuaan kulit, termasuk keriput, berkurangnya kekencangan kulit, dan hiperpigmentasi.

Berbagai tuntutan sehari-hari yang mengharuskan kita seperti mengakses segala sesuatu dari ponsel dan komputer memang tidak ideal untuk kesehatan. Bagus jika Anda bisa membatasi paparan sinar biru tidak sampai empat jam sehari. Jika itu tidak memungkinkan, minimalisasi efek negatifnya dengan menjaga jarak pandang minimal 30–40 derajat. Usahakan posisi layar sekitar 15 derajat lebih rendah daripada posisi mata.

Anda juga bisa memakai kacamata yang menangkal sinar biru. Atur juga tingkat kecerahan cahaya pada monitor, jangan sampai terlalu terang. Selain itu, tentu saja Anda mesti mengambil jeda dan mengalihkan pandangan dari layar setidaknya 1 jam sekali. Istirahatkan mata dari paparan sinar biru layar.

bahaya sinar biru
INFOGRAFIS: IKLAN KOMPAS/ YOVIETA BUDIDARMAN.

Leave a Response