Banyak lulusan baru perguruan tinggi yang mengeluh tidak kunjung mendapatkan pekerjaan. Di sisi lain, perusahaan juga mengaku sulit mencari karyawan yang baik. Di sini tampak adanya rongga ketidaksesuaian. Bila pencari kerja tidak mendapat pekerjaan karena kualifikasi terlalu rendah atau justru terlalu tinggi, bagaimana dengan perspektif perusahaan?

Beberapa karakter berikut ini biasanya lebih banyak dilirik oleh perusahaan. Apakah ada di dalam diri kamu?

1. Komitmen

Perusahaan sebenarnya tidak hanya mencari karyawan yang pandai, cerdas, dan mudah diajak bekerja sama. Ada hal lain yang dibutuhkan perusahaan. Salah satunya, komitmen terhadap perusahaan.

Biasanya, perusahaan tidak menginginkan turn over yang tinggi karyawannya. Perusahaan memerlukan karyawan yang mau bekerja dalam waktu lama. Pertimbangannya, bila karyawan terlalu sering keluar-masuk, biaya yang dibutuhkan untuk mencari dan melatih karyawan baru juga besar.

Komitmen karyawan terhadap perusahaan ini juga terkait dengan kesesuaian misi perusahaan dan tujuan yang ingin diraih karyawan meski pada tingkatan yang berbeda. Kesesuaian ini layaknya perjodohan. Bila cocok, hubungan kerja karyawan dan perusahaan akan terus berlanjut.

2. Sikap

Masalah sikap (attitude) juga menjadi pertimbangan penting dalam memilih karyawan. Ada model perusahaan yang tidak mempermasalahkan kecerdasan yang tinggi saat merekrut karyawannya. Namun, sikap positif, seperti aktif, cekatan, dan bersedia mempelajari hal baru menjadi prioritas seleksi karyawannya.

3. Aktif dan antusias

Aktif, pekerja keras, mempunyai antusiasme tinggi, dan mudah beradaptasi juga merupakan karakter karyawan yang dicari banyak perusahaan besar. Energi besar karyawan dalam bekerja bisa memengaruhi produktivitas perusahaan. Untuk itu, perusahaan banyak mencari karakter karyawan semacam ini.

4. Tahan tekanan

Tidak hanya aktif dalam bekerja. Seorang karyawan yang dapat bertahan di bawah tekanan pun banyak dibutuhkan. Kondisi perusahaan tidak selalu berada dalam posisi atas. Agar dapat terus bertahan dan berkembang, perusahaan memerlukan karyawan yang loyal dan tangguh.

5. Inovatif dan kreatif

Saat ini, inovatif dan kreatif juga menjadi syarat yang banyak dicari perusahaan. Perusahaan lebih menyukai karyawan kreatif dalam bekerja. Cara-cara baru dalam menyelesaikan pekerjaan yang mendongkrak efektivitas dan efisiensi akan membuat perusahaan lebih diuntungkan. Perusahaan dengan keuntungan lebih, pada akhirnya dapat menyejahterakan karyawannya juga.

Dalam menghadapi persaingan, inovasi juga merupakan hal utama. Perusahaan yang aktif dalam berinovasi akan mempertahankan siklus naik dalam perkembangan perusahaan. Tanpa inovasi, laju kinerja perusahaan bisa menurun dan tersaingi oleh yang lain.

Inovasi tidak selalu berasal dari pimpinan tertinggi di sebuah perusahaan. Inovasi dari karyawan setingkat staf tetapi dapat mengangkat omzet atau mendatangkan keuntungan bagi perusahaan, bisa dikelola menjadi suatu keputusan yang memiliki skala lebih luas.

6. Terbuka

Karyawan yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan mau membuka diri terhadap sesuatu yang baru juga disukai perusahaan. Rasa ingin tahu tinggi dan mau membuka diri menyiratkan bahwa karyawan mau belajar untuk mengembangkan dirinya.

7. Melayani

Pada banyak perusahaan jasa, prinsip melayani juga merupakan hal yang menjadi prioritas. Menempatkan pelanggan di posisi penting, mendengarkan setiap keluhan, memahami setiap protes dan kritik, dan konsisten menyediakan pelayanan yang terbaik akan menyuguhkan kesan tersendiri dalam pelanggan.

Pelanggan yang merasa puas atas layanan perusahaan bisa menjadi konsumen loyal. Bahkan, pelanggan yang puas tidak segan merekomendasikan perusahaan untuk orang lain. Ini juga menjadi keuntungan bagi perusahaan. Semuanya berasal dari sikap melayani yang dilakukan oleh setiap karyawan dan jajaran pimpinan perusahaan. [*]