Selain performa, produsen otomotif terus berfokus pada pengembangan sektor keamanan dan keselamatan. Dengan menitikberatkan pada kedua sisi ini, masyarakat, khususnya pengendara akan semakin nyaman dan tenang saat bepergian.

Ada sejumlah fitur yang saat ini sudah menjadi standar pada sejumlah mobil lansiran terbaru, bahkan pada sepeda motor tertentu. Fitur tersebut adalah immobilizer. Perangkat keamanan ini diharapkan mampu memberikan perlindungan bagi kendaraan terhadap tindak pencurian menggunakan kunci palsu.

Perangkat keamanan dengan sistem elektronik tersebut bekerja menggunakan chip yang dibenamkan pada anak kunci. Komponen ini berfungsi memancarkan sinyal ke perangkat yang ada pada kendaraan. Bila sinyal yang diterima mobil/sepeda motor tersebut cocok, kendaraan akan menyala.

Mobil yang dilengkapi immobilizer relatif lebih sulit dicuri. Alasannya, bila kode yang diterima penerima sinyal tidak cocok, unit kontrol elektronik (electronic control unit/ECU) tidak akan mengirimkan bahan bakar ke dalam dapur pacu. Akibatnya, mesin tidak dapat dihidupkan.

Foto-foto : dokumen Shutterstock.com

Sejak 1998, Inggris, Jerman, dan Finlandia mewajibkan produsen mobil di negara tersebut untuk menggunakan teknologi keamanan canggih tersebut pada setiap mobil baru yang diproduksi. Melihat dampak positif dari penggunaan teknologi tersebut, tak berselang lama, Australia dan Kanada juga ikut menerapkan teknologi serupa. Indonesia, yang menjadi salah satu basis produksi otomotif Asia Tenggara, juga telah menancapkan teknologi keamanan ini pada sejumlah mobil keluaran terbaru.

Immobilizer bukanlah satu-satunya teknologi yang tersemat pada kunci mobil. Pada salah satu sedan medium lansiran Honda, misalnya, kita akan merasakan fitur canggih yang ada pada remote kunci. Selain untuk menyalakan mesin, perangkat ini bisa mengaktifkan AC.

Meski tidak memiliki layar, remote kunci ini dapat meningkatkan keamanan, karena pengemudi harus menekan tombol unlock atau menyentuh gagang pintu saat ingin masuk ke mobil, asalkan remote berada di saku atau di dekat kendaraan. Selain itu, tombol engine start/stop yang terdapat pada dasbor sedan medium tersebut turut meningkatkan keamanan berkendara.

Fitur keamanan kendaraan juga dikembangkan oleh Ford. Merek mobil asal Amerika Serikat ini mengembangkan teknologi keamanan berupa kata kunci (password), layaknya ponsel pintar yang digunakan saat ini.

Dengan teknologi tersebut, pemilik mobil tidak perlu menggunakan remote atau kunci saat ingin membuka pintu, tetapi cukup menggesekkan pola yang sebelumnya telah disetel pada sebuah layar kecil. Meski teknologi ini pernah digunakan pada mobil-mobil sebelumnya, pihak Ford mengklaim, teknologi terbaru ini lebih canggih dan lebih aman.

Sepeda motor

Inovasi keamanan dan keselamatan tak hanya terdapat pada kendaraan roda empat. Sepeda motor jenis tertentu juga memiliki fitur keamanan dan kenyamanan yang semakin mumpuni. Sebut saja BMW.

Produsen otomotif asal Jerman tersebut menggunakan sistem keamanan intelligent emergency call (IEC) pada motor besar (moge) keluaran barunya. Sistem ini memiliki beberapa bagian, yaitu sensor kemiringan, sensor akselerasi, dan modul jaringan ponsel yang dapat mendeteksi lokasi.

Yang menarik dari sistem keselamatan ini adalah kemampuan untuk menghubungi nomor darurat ketika terjadi kecelakaan. Selain memberikan informasi mengenai kecelakaan, IEC dapat mengatur saat yang tepat melakukan panggilan, yakni berdasarkan analisis tingkat insiden yang terjadi.

Sejumlah sepeda motor merek Jepang juga sudah menggunakan sistem keamanan serupa demi meningkatkan kenyamanan konsumen. Bahkan, belakangan ini, pemilik sepeda motor bisa menambahkan fitur serupa agar kendaraannya tidak mudah dicuri. Perangkat yang dikenal dengan smart key ini bisa dibeli di sejumlah gerai otomotif. [*/BYU]

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 10 Maret 2018.