Jam tangan Swiss bukan sekadar penunjuk waktu, melainkan representasi karya seni miniatur yang mewarisi komitmen presisi dan gaya abadi. Di balik desainnya yang menawan, tersembunyi mekanisme rumit yang dirakit dengan ketelitian tinggi, menjadikannya simbol kemewahan dan kecanggihan.

Warisan penting dari tradisi klasik para pengrajin arloji Swiss, di antaranya jam tangan dengan teknologi chronograph dan penanda Geneva Seal. Dua penemuan ini membuat arloji dari Swiss selalu berdetak mengarungi zaman.

Chronograph

Diciptakan di Swiss pada 1821, arloji chronograph adalah salah satu produk horologi—ilmu membuat jam—yang paling populer sepanjang zaman. Chronograph menjadi penanda sebuah arloji yang dapat berfungsi sebagai penunjuk waktu dan stopwatch.

Chronograph berasal dari kata Yunani. Chronos berarti waktu dan graph berarti menulis atau mencatat. Setiap arloji chronograph memiliki mekanisme khusus yang memungkinkan pemakai mengaktifkan stopwatch, tanpa mengganggu berjalannya penunjuk waktu utama.

Chronograph buatan Swiss adalah instrumen penunjuk waktu dengan ketepatan amat tinggi di dunia. Layak bila kemudian instrumen tersebut digunakan dalam berbagai pencatatan waktu kegiatan olahraga di dunia. Bahkan sudah digunakan pada Olimpiade 1896, Piala Dunia 1930, dan Formula Satu Grand Prix 1950. Itulah sebabnya arloji chronograph dilabeli dengan julukan “penghenti waktu”.

Geneva Seal

DOK ISTIMEWA

Pada arloji-arloji tertentu buatan Swiss, di bagian mesinnya terdapat tanda berupa simbol atau cap Geneva Seal. Tanda ini boleh disebut sebagai simbol paripurna dari sebuah jam mekanis yang dinilai dari sisi kualitas, ketepatan, ketahanan, dan keahlian dalam ilmu jam.

Menurut sejumlah sumber, pemberian tanda ini dimulai pada 1800-an saat pemalsuan arloji mulai marak di pasaran. Untuk itu, diperlukan suatu tanda yang menunjukkan bahwa sebuah arloji telah melewati pengecekan standar kualitas Swiss. Dalam perkembangan selanjutnya, Geneva Seal dipakai sebagai tanda pencapaian kualitas tertinggi dari sebuah arloji.

Ada tiga syarat dasar untuk memenuhi standar Geneva Seal. Pertama, arloji harus mekanis, dibuat, dan disetel di wilayah Geneva. Kedua, setiap mesin arloji harus memenuhi 12 peraturan teknis dan estetis yang amat ketat, mencakup desain, karakteristik, kualitas produksi, hingga finishing. Ketiga, mesin arloji tersebut harus mendapat persetujuan suatu komisi yang terdiri atas delapan orang yang sudah disumpah.

Pabrikan yang telah mendapat cap ini, di antaranya Patek Philippe dan Vacheron Constantin. Adapun pabrikan lain mampu memasukkan sejumlah koleksinya, yakni koleksi LUC Chopard dan Kaliber 9453 MC Cartier.

Meski telah mendapat cap Geneva Seal, tidak berarti secara otomatis arloji itu memperoleh sertifikat Chronometer. Sebab ada lembaga khusus yang berwenang melakukan uji Chronometer. [*]

Baca juga: 3 Tips Berburu Arloji Kuno yang Asli