Libur panjang sering dimanfaatkan untuk bepergian, baik untuk mudik ke kampung halaman maupun berwisata bersama keluarga. Jika kamu memilih mengendarai kendaraan sendiri, penting untuk memastikan kesiapan kendaraan serta kondisi fisik agar tetap aman di jalan. Sebab, kondisi microsleep dapat menyerang Anda kapan saja.
Apa Itu Microsleep?
Microsleep merupakan kondisi ketika seseorang kehilangan kesadaran atau perhatian dalam waktu singkat akibat kelelahan atau kantuk. Umumnya, microsleep berlangsung antara sepersekian hingga 10 detik. Meskipun singkat, kondisi ini sangat berbahaya, terutama saat berkendara dengan kecepatan tinggi.
Microsleep sangat berbahaya karena pengemudi kehilangan kendali dalam hitungan detik. Misalnya, jika kendaraan melaju dengan kecepatan 96 km per jam dan pengemudi mengalami microsleep selama tiga detik, mobil dapat melaju hampir 100 meter tanpa kendali. Menurut AAA Foundation for Traffic Safety, sekitar 16,5 persen kecelakaan fatal di jalan raya disebabkan oleh pengemudi yang mengantuk, termasuk akibat microsleep.
Kenali Penyebab dan Tanda-tandanya
Dilansir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, perubahan pola tidur dan asupan nutrisi saat perjalanan bisa memicu microsleep. Selain itu, microsleep dapat terjadi akibat berbagai faktor, termasuk kurang tidur atau tidur yang tidak berkualitas, penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi, serta kelebihan berat badan.
Kondisi psikologis, seperti depresi atau gangguan kecemasan, juga dapat meningkatkan risiko microsleep. Selain itu, efek samping obat tertentu seperti antihistamin, serta penyalahgunaan narkoba dan alkohol, dapat menyebabkan kantuk berlebihan. Faktor eksternal seperti kondisi jalan yang monoton, misalnya jalan tol yang lurus dan lengang, juga dapat mempercepat terjadinya microsleep karena kurangnya rangsangan visual dan sensorik bagi pengemudi.
Meskipun hanya berlangsung sepersekian detik, microsleep memiliki tanda-tanda yang dapat dikenali:
- tiba-tiba kaget atau tersentak karena kepala terjatuh;
- tidak menyadari apa yang baru saja terjadi;
- menguap terus-menerus;
- kelopak mata terasa sangat berat;
- mata sering berkedip atau sulit fokus; dan
- arah kemudi tanpa disadari keluar jalur.
Jika mengalami salah satu tanda di atas saat berkendara, segera tepikan kendaraan dan beristirahat.
Cara Mencegah MicrosleepÂ
Untuk menghindari risiko microsleep, berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan.
Istirahat secara berkala
Berhenti setiap dua jam sekali untuk melakukan peregangan atau tidur singkat selama 20-30 menit jika merasa mengantuk.
Hindari berkendara sendirian
Ajak teman untuk menemani perjalanan dan mengajak berbicara agar tetap terjaga.
Minum kafein sebelum berkendara
Konsumsi kopi atau teh sekitar 30 menit sebelum berkendara untuk meningkatkan kewaspadaan.
Tidur cukup sebelum perjalanan
Pastikan tidur berkualitas minimal tujuh jam sebelum berkendara jarak jauh.
Dengarkan musik upbeat atau audiobook
Musik dengan tempo cepat dapat membantu menjaga konsentrasi saat berkendara.
Hindari obat-obatan yang menyebabkan kantuk
Periksa efek samping obat yang dikonsumsi sebelum memulai perjalanan.
Microsleep bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Pastikan tubuh dalam kondisi prima sebelum berkendara agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Jika mulai merasa kantuk, jangan paksakan diri. Keselamatan adalah yang utama!
Baca juga:Â 5 Hal Penting saat Berkendara di Jalan Tol