Banyak pakar keuangan yang memprediksi Juni dan Juli 2015 akan menjadi masa puncak inflasi 2015. Maklum saja, lonjakan harga barang berlangsung semakin liar. Sebelum Ramadhan, harga telur curah masih berkisar Rp 21.000 per kilogram. Namun, pada pertengahan Ramadhan, hanya berselang 2 minggu, harga telur sudah melonjak hingga Rp 25.000 per kilogramnya.

Peran seorang istri dalam mengatur perekonomian keluarga pastilah sangat penting. Bayangan akan baju baru sepatu baru bisa saja sirna jika tidak pandai-pandai mengatur keuangan keluarga. Namun, jika sang istri tahu benar cara mengatur keuangan di saat perekonomian sulit seperti sekarang ini, jangankan baju dan sepatu baru, makanan serbalezat pun bisa Anda nikmati saat Lebaran tiba. Bagaimana bisa?

Dalam mengelola keuangan rumah tangga, pasangan suami istri ada baiknya memiliki target yang ingin dicapai. Untuk pasangan yang baru menikah, misalnya, target utama tentunya adalah memiliki rumah tinggal atau kendaraan pribadi.

Setelah menentukan target, tentukan pula seberapa besar uang yang harus ditabung setiap bulannya agar target tercapai. Berbekal ini, anggaran belanja pun bisa dibuat. Ingat, tabungan adalah hal pertama yang harus disisihkan, baru setelah itu yang dapat dibelanjakan. Dalam membuat anggaran belanja pun, ada baiknya istri membuat skala prioritas. Bayar semua tagihan di awal bulan, baru setelah itu membelanjakan untuk keperluan harian. Jangan lakukan secara terbalik.

Berlakulah disiplin pada anggaran yang telah ditetapkan. Jangan coba-coba melanggarnya. Memasak sendiri di rumah bisa menjadi solusi jitu jika Anda ingin menabung lebih banyak. Hal ini penting dilakukan pada saat-saat seperti sekarang saat harga barang melonjak tinggi. Bahkan bila perlu, suami dan istri yang bekerja bisa membawa bekal berbuka puasa dari rumah. Dengan demikian, ada banyak uang belanja yang bisa dihemat. Memanjakan diri sesekali di akhir minggu juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan uang belanja yang berhasil dihemat.

Selain skala prioritas, dalam hal berbelanja, pasangan suami istri juga harus bisa menentukan barang berdasarkan kebutuhan atau keinginan. Jika sekadar menginginkan barang, ada baiknya berpikir ulang dan fokus pada target awal yang ingin dicapai. Jika perusahaan membagikan bonus atau tunjangan hari raya, ada baiknya bonus tersebut langsung dialokasikan sebagai dana tabungan atau dana cadangan. Pakai hanya seperlunya. Dengan demikian, target yang ingin dicapai akan segera terwujud.  [AYA]

noted: Cara Cerdas Mengelola Keuangan