Apa yang akan dilakukan seorang jagoan demi melihat isteri yang dicintai dibunuh di depan mata sendiri? Menuntut balas, tentu saja. Tapi, bagaimana jika ia juga turut dibunuh?

Itulah yang dialami Ray Garrison (Vin Diesel). Sebagai prajurit marinir, ia adalah jagoan yang selalu berhasil menunaikan tugas dengan baik dan kembali ke pelukan isterinya, Gina (Talulah Riley). Mereka pun merayakan kebersamaan dengan liburan di tempat yang romantis.

Foto-foto: Sony Pictures Releasing.

Ketika Ray merasa kehidupan akan baik-baik saja dan ia akan dapat menepati janji untuk selalu kembali kepada isterinya, musibah pun datang. Ray dan isterinya diculik oleh kawanan bersenjata di bawah pimpinan Martin Axe (Toby Kebbell). Dan, di depan matanya, Ray menyaksikan Gina dihabisi.

Dalam amarah, Ray bertekad akan mencari Axe ke mana pun dan menuntut balas akan kematian isterinya. Namun, ternyata giliran Ray berikutnya dibunuh oleh Axe.

Ternyata kisah Ray tidak berhenti di situ. Ia kemudian menemukan dirinya siuman dan terbaring di sebuah fasilitas supercanggih. Ia mendapatkan hidupnya kembali berkat teknologi canggih berbasis nano yang dikembangkan sekelompok ilmuwan di bawah pimpinan Dr Emil Harting (Guy Pearce).

Dengan teknologi yang dicangkokkan Harting, Ray berubah menjadi prajurit super dengan kemampuan luar biasa dan tidak dapat mati. Hanya satu yang ia tidak miliki: ingatan tentang masa lalu. Hanya saja, melalui peristiwa tertentu, Ray mengingat kembali masa lalunya dan bertekad mewujudkan janjinya menuntut balas atas kematian isterinya.

Karakter yang melekat

Bloodshot adalah karakter komik yang diangkat dari penerbit AS, Valiant. Ini menjadi karakter pahlawan super alternatif di luar nama-nama beken yang telah dikenal sebelumnya dari semesta Marvel atau DC.

Mengikuti kisah pada komik, Bloodshot adalah mantan marinir yang mendapatkan kekuatan super setelah teknologi rekayasa genetika tertentu disuntikkan ke dalam darahnya—yang menjadi asal-muasal nama Bloodshot.

Hanya saja, bagi yang mengikuti karakter Bloodshot pada komik, karakter yang dibawakan oleh Vin Diesel terasa berbeda. Bagi penggemar serial The Fast and the Furious, sulit untuk tidak mengingat atau malah mengira bahwa Vin Diesel sedang membawakan karakter Dominic Toretto.

Selain karena nyaris identik dengan Toretto, dalam Bloodshot pun Vin Diesel tidak menghadirkan hal baru. Penampilan, gerak-gerik, bahkan kisah hidupnya amat mirip—kalau tidak bisa dikatakan serupa. Tidak berlebihan jika ada komentator yang berujar bahwa di film ini bukannya Vin Diesel menghidupkan karakter Bloodshot, tetapi malah membawanya tenggelam ke dalam sosok Toretto.

Di luar masalah itu, sebagai film pahlawan super, Bloodshot tergolong biasa saja. Tidak berarti jelek, karena adegan aksi dan efek khusus yang ditampilkan cukup menarik dan memuaskan mata penonton. Hanya saja, nyaris tidak ada hal baru yang menyegarkan dibandingkan film-film pahlawan super lainnya.

Bloodshot hanya merupakan alternatif saat film-film pahlawan super lain belum dirilis. Andai saja dirilis berbarengan, boleh jadi kebanyakan penonton akan memilih film pahlawan super lain yang sudah lebih dikenal. Dan, memang hanya itulah yang dapat Anda harapkan dari film ini. Tidak lebih.

Sutradara:
David SF Wilson

Produser:
Neal H Moritz, Toby Jaffe, Dinesh Shamdasani, Vin Diesel

Skenario:
Jeff Wadlow, Eric Heisserer; berdasarkan karakter Bloodshot oleh Kevin Van Hook, Don Perlin, Bob Layton

Pemeran:
Vin Diesel, Eiza González, Sam Heughan, Toby Kebbell, Guy Pearce

Durasi:
109 Menit

Rilisan:
AS

Tayang Perdana:
11 Februari 2020

Review overview

Overall6

Summary

6Setelah ia dan isterinya dibunuh, Ray Garrison mendapatkan hidupnya kembali berkat teknologi yang dikembangkan sejumlah ilmuwan. Ia menjadi prajurit super tetapi setelah mendapatkan kembali ingatan masa lalu, ia bertekad untuk menuntut balas atas kematian isterinya.

Leave a Response