Jelajah cita rasa menjadi petualangan menarik yang mampu membuat indera pengecap semakin bersemangat. Setiap budaya memiliki keunikan masing-masing. Dengan konsep dan latar belakang yang berbeda, tetapi tetap satu tujuan yaitu dapat dinikmati oleh siapa saja.

Pengalaman mengarungi cita rasa kali ini jatuh pada sebuah restoran Perancis di pusat Jakarta. Dengan konsep bistro, restoran ini mengedepankan homemade cooking sembari menanam cinta pada setiap menu masakannya. Seperti ibu yang memasak untuk keluarganya.

Bistro Baron, nama restoran ini. Saat pertama kali hadir pada 2010, restoran yang terletak di lantai satu Plaza Indonesia ini, sempat mendapat sentuhan ajaib dari Emmanuel Stroobant, koki asal Belgia yang telah meraih banyak penghargaan salah satunya Chef of the Year 2006â dan memiliki program masak ternama di Asia Food Channel, Chef in Black.

Adanya sentuhan Emmanuel saat awal perjalanan Bistro Baron, membuat restoran ini seolah mendapat warisan tentang menciptakan tempat bersantap yang nyaman dengan layanan maksimal. Hal ini sejalan dengan impian sang pemilik Bistro Baron yang selalu mengedepankan kenyaman bagi para pelanggannya dengan menyajikan menu berkualitas.

Antonius Sulistyo Prabowo
Antonius Sulistyo Prabowo

Kini, di tangan Executive Chef Herry Adi Nugraha, filosofi Bistro Baron semakin kuat. Dari tangan Adi dan tim, berbagai kreasi hidangan yang membahagiakan tersaji. Keramahan juga menjadi kunci utama sehingga restoran ini dapat bertahan di hati para pencinta lama dan pelanggan barunya.

Meski menyandang nama bistro, konsep restoran yang satu ini sedikit berbeda dari bistro-bistro di Perancis. Jika bistro di Perancis hadir dengan tampilan yang lebih santai, jauh dari kesan fine dining, Bistro Baron tetap menyentuhkan kesan fine dining melalui service yang diberikan. Namun, makanan yang disajikan tidak dalam porsi dan tampilan fine dining.

Antonius Sulistyo Prabowo
Antonius Sulistyo Prabowo

Hidangan di restoran yang berada di bawah naungan PT Pennyroos ini lebih mengarah pada masakan rumahan dengan porsi besar. Untuk makan di restoran ini pun, tampilan konsumen tak perlu terlalu formal.

Ciri khas bistro tempat makan ini dapat dilihat pada desain interiornya, yakni terdapat sentuhan panel biru dan lantai kayu, serta lampu sebagai aksen di bagian luar. Open kitchen yang nyaman juga memberi kesempatan para pengunjung untuk melihat para koki beraksi saat mereka mengolah pesanan.

Antonius Sulistyo Prabowo
Antonius Sulistyo Prabowo

Hidangan

Tatkala berkunjung ke bistro ini, cobalah memulai dengan menu pembuka, yaitu baby spinach salad with berries dressing. Salad yang satu ini, menurut Chef Herry, menjadi pilihan utama para perempuan karena rasanya yang segar sekaligus salty karena terdiri atas fresh mix berry, blue cheesee, rose almond, dan tentunya baby spinach. Tampilannya pun cantik, perpaduan warna ungu buah beri, potongan stroberi merah, baby spinach hijau, dilembutkan oleh blue cheesse, dan dimeriahkan taburan kacang almond sebagai garnish.

Ada juga hidangan pembuka lain. Nikmati keunikan rasa steak tartare. Cacahan daging steak ini disajikan mentah. Namun,  jangan khawatir, karena kesegaran daging dan kehigienisannya selalu terjaga. Bagi yang tak biasa atau tak ingin makan mentah, disarankan tak memilih menu ini.

Antonius Sulistyo Prabowo
Antonius Sulistyo Prabowo

 

Proses membuatnya yakni dengan mencincang daging kemudian dicampur gherkin (acar mentimun dipotong dadu kecil-kecil). Lalu diselimuti dengan saus tartar yang menyegarkan. Menu ini disajikan dengan telur puyuh mentah yang masih dalam cangkang dan diletakkan di samping cacahan daging steik. Bisa juga dicampur dengan capers dan tak ketinggalan rustic bread. Perpaduan bahan-bahan tadi menghadirkan sensasi menyegarkan dengan sedikit rasa asin, asam dari saus tartar, dan sedikit getir dari acar. Spesial.

Capers sendiri adalah bakal bunga dari tumbuhan Capparis spinosa dari Mediterania. Bentuknya kuncup kecil kehijauan serta memiliki kelopak yang lembut. Bahan ini biasa diawetkan dengan cara diacar (diberi garam dan dimasukkan larutan cuka). Cita rasanya asam mirip jeruk lemon dan biasa digunakan untuk campuran saus.

Untuk hidangan utama, cobalah moules and frites. Kerang rebus yang dicampur dengan saus klasik beurre blanc, yakni garlic butter wine sauce, saus tomat, daun aragula, dan chorizo untuk mengangkat aroma. Dilengkapi juga dengan cacahan daging sapi untuk menambah rasa gurih.

Selain itu, beef bourguignon, yakni klasik stew beef. Ini memakai daging sapi bagian pipi karena lebih tebal dan lembut. Disajikan bersama pomme pure atau mashed potato. Stew beef direndam sehari semalam dengan red wine sauce. Ini untuk meresapkan rasa dan memengaruhi tingkat kelembutan (tender).

Menu-menu tadi dianggap lebih terasa rumahan dibanding restoran Perancis lainnya. Cita rasanya pun sedikit disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Namun, tetap tak menghilangkan keotentikan rasa khas hidangan Perancis yang kuat karena menggunakan keju dan krim sebagai penyedap rasa. Bon appetit. [ACH]