Museum Benteng Heritage menjadi salah satu destinasi unik untuk mengenal sejarah panjang dan kebudayaan Tionghoa di Indonesia, khususnya di Kota Tangerang, Banten. Museum ini tidak hanya menawarkan wawasan sejarah, tetapi juga membawa pengunjung menelusuri jejak peradaban Tionghoa melalui koleksi artefak, arsitektur, hingga cerita menarik tentang nenek moyang etnis Tionghoa di Tangerang. Dengan restorasi yang mempertahankan keaslian bangunan tradisional, Museum Benteng Heritage kini menjadi ikon budaya yang tidak boleh dilewatkan.

Pasar Lama, Titik Nol Kota Tangerang

Terletak di Jalan Cilame Nomor 20, kawasan Pasar Lama, Tangerang, Museum Benteng Heritage berada di lokasi yang dikenal sebagai zero point atau titik awal pembentukan Kota Tangerang. Kawasan ini dulunya disebut โ€œKota Benteng,โ€ yang menjadi pusat peradaban di wilayah tersebut.

Bangunan museum ini merupakan salah satu yang tertua di Tangerang, diperkirakan dibangun pada pertengahan abad ke-17. Arsitektur tradisional Tionghoa yang khas terlihat jelas pada struktur bangunan, termasuk pintu, jendela, dan atapnya.

Hasil restorasi yang dilakukan sejak tahun 2009 menjadikan bangunan ini kembali ke bentuk aslinya tanpa menghilangkan keasliannya. Restorasi ini selesai pada tahun 2011 dan membutuhkan riset mendalam hingga ke luar negeri untuk memastikan setiap detailnya sesuai dengan sejarah aslinya.

Museum ini terdiri atas dua lantai yang lantai pertama digunakan sebagai area penjualan tiket dan suvenir khas, sedangkan lantai kedua menjadi galeri utama yang memamerkan berbagai koleksi barang antik yang bernilai sejarah.

Peninggalan sejarah dan budaya

Museum Benteng Heritage menyimpan berbagai artefak yang menceritakan perjalanan panjang kehidupan etnis Tionghoa di Indonesia. Salah satu cerita yang menarik adalah kedatangan armada Cheng Ho pada 1407 yang membawa ribuan pengikut. Sebagian dari mereka, dipimpin oleh Chen Ci Lung, diyakini sebagai nenek moyang etnis Tionghoa Tangerang yang dikenal dengan sebutan โ€œChina Benteng.โ€

Selain itu, arsitektur bangunan yang tetap dipertahankan menunjukkan ciri khas budaya Tionghoa yang kental. Tidak hanya itu, museum ini juga memiliki koleksi pakaian tradisional seperti kebaya encim dan sepatu kecil yang dulu digunakan wanita Tionghoa untuk membentuk kaki mereka agar terlihat kecil, sebuah tradisi yang dikenal sebagai foot binding.

Menghidupkan sejarah

Museum Benteng Heritage buka dari Selasa hingga Minggu, pukul 10.00โ€“17.00 WIB, dan tutup pada hari Senin. Tiket masuknya terjangkau, yaitu Rp 30.000 untuk dewasa dan Rp 20.000 untuk anak-anak. Dengan durasi tur sekitar 45 menit, pengunjung akan didampingi oleh pemandu yang akan menjelaskan berbagai cerita menarik tentang sejarah dan budaya Tionghoa di Tangerang.

Museum Benteng Heritage
Museum Benteng Heritage yang berlokasi di Jalan Cilame Nomor 20, kawasan Pasar Lama, Tangerang, Banten. DOK CM KOMPAS/ASEP SUJANA

Museum ini menjadi tempat yang ideal untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman sembari menambah pengetahuan tentang warisan budaya Indonesia-Tionghoa. Dengan lokasi strategis di kawasan Pasar Lama, Museum Benteng Heritage siap membawa Anda menyelami kekayaan sejarah yang penuh makna. Jangan lewatkan kesempatan untuk belajar sejarah dengan cara yang menyenangkan dan interaktif di sini!

Baca juga: Kelindan Kemakmuran di Kampung Ketandan