Sehat hingga usia senja menjadi impian bagi banyak orang. Ketika kesehatan selalu terjaga, masa tua pun bisa terasa lebih bahagia.

Kalangan lansia memang harus benar-benar menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh. Terlebih pada masa pandemi, lansia menjadi salah satu kelompok yang amat rentan terpapar Covid-19 dan bisa berakibat fatal.

Menjadi tua merupakan titik esensial dari pencapaian panjang perjalanan hidup manusia dan ini patut disyukuri. Namun, memang tak dapat dielak, jika sudah mencapai fase lansia, secara alamiah terjadi penurunan fungsi fisik dan ingatan.

Sebenarnya, bagi laki-laki atau perempuan, menjadi lansia bukan berarti terbelenggu dengan kondisi fisik yang lemah dan sering jatuh sakit. Ada banyak bukti, lansia bisa tetap bugar, sehat, dan bersemangat saat melakoni beragam kegiatan.

Agar tetap fit dan bahagia, berikut ini, beberapa anjuran yang bisa dilakukan para lansia.

Kurangi konsumsi energi

Mari, mulai menerapkan gaya hidup sehat secara sederhana. Caranya, dengan mengatur pola makan. Lansia dapat mulai rutin mengurangi makanan yang mengandung lemak tinggi, membatasi konsumsi gula dan garam, serta memperbanyak makanan berserat seperti sayur, buah, dan kacang-kacangan.

Meski demikian, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seseorang yang telah berumur 40 tahun sebaiknya juga menurunkan konsumsi energi sebanyak 5 persen dari kebutuhan sebelumnya. Sedangkan pada usia 50 tahun, dikurangi lagi sebanyak 5 persen.

Selanjutnya, masih menurut WHO, pada usia 60-70 tahun, konsumsi energi dikurangi lagi 10 persen, barulah setelah di atas usia 70, sekali lagi dikurangi 10 persen. Oleh karena itu, saat kita menginjak usia 40 tahun, sebaiknya mulai mengurangi konsumsi makanan berlemak, terutama lemak hewani yang mengandung asam lemak jenuh dan kolesterol.

Olahraga teratur

Olahraga teratur juga amat disarankan bagi setiap orang. Terlebih bagi lansia, melakukan olahraga secara sederhana, tetapi rutin bisa menjadi cara jitu tetap fit pada usia senja. Olahraga bermanfaat untuk merangsang sistem kekebalan tubuh dan mengurangi stres.

Bagi lansia, berolahraga cukup dengan aktivitas sederhana, seperti berjalan kaki atau senam pernapasan. Untuk mendapatkan informasi jenis olahraga yang tepat, lansia dapat konsultasikan dengan dokter.

Langkah lain yang tak kalah penting adalah mengendalikan stres. Untuk membantu meredam pemicu stres, selain berolahraga, lansia perlu berekreasi dan berelaksasi, ditambah tidur yang cukup.

Pada masa ini, rekreasi dan relaksasi cukup dilakukan di rumah saja. Misalnya, merawat tanaman atau memasak makanan kegemaran.

Bebas dari rasa sepi

Lansia juga dianjurkan untuk terbebas dari kesepian. Apalagi saat wabah belum teratasi ini, pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat berpotensi menghadirkan rasa sepi bagi lansia.

Para lansia amat mungkin menjadi tidak dapat ke luar rumah sehingga tidak bisa bertemu muka dengan sesamanya. Bisa juga, anak-cucu yang biasanya datang menghibur menjadi jarang berkunjung akibat pembatasan sosial.

Menurut dr Arundhati Nugrahaning Aji SpKJ(K), spesialis kedokteran jiwa/konsultan psikiatri geriatri (Lansia), RS Jiwa Dr Soeharto Heerdjan Jakarta, rasa kesepian ini bisa kian berat karena lansia akan menyaksikan kematian orang-orang di sekitarnya. Ia akan mengalami kehilangan kerabat dan teman-teman yang mungkin meninggal sebelum dirinya. Jika lansia tidak terlibat aktif pada suatu kegiatan atau komunitas, jaringan atau kehidupan sosial yang ia miliki akan semakin mengecil.

Arundhati mengingatkan agar keluarga lebih memperhatikan keadaan kesepian dan isolasi sosial yang dialami lansia. Sebab, kesepian dan isolasi sosial terbukti secara signifikan meningkatkan kemungkinan terjadinya kematian dini, demensia, penyakit fisik seperti jantung dan stroke, gangguan depresi, gangguan cemas, serta risiko terjadinya bunuh diri pada lansia.

Dengan bantuan teknologi seperti ponsel dan internet, sebenarnya rasa sepi para lansia bisa sedikit diatasi melalui tatap muka secara daring dengan anak-cucu atau keluarga lainnya. Saat berkomunikasi secara daring, sebaiknya keluarga menceritakan hal-hal yang menyenangkan dan memompa semangat lansia untuk menghadapi masa sulit ini.

Dengan menjalankan langkah-langkah tadi, niscaya hidup sehat dan bahagia pada masa tua bisa menjadi nyata. [*]