Tak bisa dimungkiri, hip musik elektronik di Indonesia kian subur. Mulai bermunculan para disk jockey (DJ) dengan berbagai karakternya. Sayangnya, apabila dicermati lebih dalam, para musisi elektronik itu cenderung serupa meski tak sama. Namun, tidak dengan Future Collective.

Proyek musik dari duo Sawi Lieu dan Tida Wilson (keduanya nama panggung) menyajikan musik elektronik yang lekat dengan synth jazz dengan membaurkan karakter musik retro dengan futuristik. Mendengarkan musik dari Future Collective seperti dibawa menuju era ‘60-an, tetapi dengan suara-suara masa depan. Kesan spaceage-pop kuat sekali dalam karya-karya mereka. Bisa dikatakan, Future Collective merupakan musisi eklektik yang memberikan pembeda di tengah geliat hip musik elektronik.

Terbentuk sejak 2012, Future Collective memang tidak banyak muncul ke permukaan masyarakat umum. Namun, hal ini tidak membuat mereka tak produktif. Pada tahun ini, duo ini merilis albumnya yang berbentuk kaset dalam jumlah terbatas. Album itu diberi tajuk Ensemble Instrument de Contempraine di bawah label rekaman Wahan Records dan Orange Cliff Records.

Bagi yang menyukai band, seperti Air, Atlas Sound, The Free Design, Stereolab, hingga duo dari Jakarta Santamonica, Future Collective bisa memuaskan dahaga akan musik elektronik yang berbeda. Yang pasti, Future Collective merupakan salah satu elemen musik elektronik Indonesia yang pantas dibanggakan. [*/VTO]

noted: bauran kekinian dan masa lalu

foto: soundcloud.com