Indonesia memiliki keanekaragaman suku dan budaya dari Sabang hingga Merauke. Setiap daerah, memiliki tradisi yang unik dan khas masyarakat setempat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tradisi itulah yang memperkuat identitas budaya dan memperkaya warisan budaya di Indonesia. 

Indonesia memiliki berbagai suku, adat, dan agama yang berbeda-beda. Keberagaman ini yang membentuk tradisi masyarakat yang kental dan dilakukan dalam berbagai aspek pada kehidupan sehari-hari. 

Lantas, apa saja tradisi unik di Indonesia yang masih dilestarikan sampai sekarang? Mari simak. 

Tradisi Debus 

Debus adalah tradisi unik yang berasal dari daerah Banten, Jawa Barat. Tradisi debus merupakan aksi bela diri yang biasanya disebut dengan “menantang maut” karena melibatkan berbagai aksi yang ekstrem. Aksi ekstremnya antara lain seperti makan beling, menusuk tubuh dengan benda tajam, membakar tubuh, hingga berjalan di atas bara api menyala. 

Tradisi ini berawal dari zaman Kesultanan Banten yang merupakan salah satu pusat penyebaran Islam di Indonesia. Tradisi Debus memiliki tujuan yaitu menunjukkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. 

Ruwatan 

Ruwatan merupakan salah satu tradisi unik yang sering dilakukan oleh masyarakat Jawa. Ruwatan adalah upacara untuk pembersihan diri untuk menghilangkan kesialan dan nasib buruk. Di dalamnya terdapat beberapa ritual seperti memakai kain putih, mandi kembang, memotong rambut, juga membaca mantra-mantra yang ada. 

Biasanya orang yang diruwat adalah anak bungsu dari tiga bersaudara, anak tunggal, anak kembar, atau individu yang dirasa memiliki nasib yang tidak baik. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk untuk kelangsungan hidup yang lebih baik, spiritual, dan warisan para pendahulu. Selain itu, tradisi ini juga bertujuan untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT dari seluruh kesialan dan bahaya yang ada di dunia. 

Tiwah

Tiwah merupakan tradisi unik yang sering dilakukan oleh Suku Dayak di Kalimantan. Tiwah merupakan upacara penguburan ulang jenazah setelah beberapa tahun jenazah yang dimakamkan. Di dalam tradisi ini, keluarga yang ditinggalkan menggali kembali makam, kemudian mengambil sisa tulang lalu dibersihkan, dan dipindahkan ke sandung, yaitu peti mati yang nantinya akan diletakan di atas tiang. 

Tiwah berarti pembebasan, maksudnya setiap anggota keluarga mempunyai harapan dapat membebaskan roh keluarga yang ditinggalkan dan membawanya ke Lewu Tatau, yaitu surganya orang Dayak. 

Tabuik 

Tabuik adalah tradisi unik yang sering dilakukan oleh masyarakat Pariaman, Sumatera Barat. Tabuik adalah tradisi peringatan hari kesepuluh bulan Muharram, atau biasa disebut dengan Asyura. Pada tradisi ini, dua buah replika kuburan Husain bin Ali, atau yang biasa disebut Tabuik, akan dibawa berkeliling kota. Setelah selesai, replika tersebut akan dilarung ke laut. 

Tradisi ini bertujuan untuk mengenang perjuangan Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad yang gugur dalam perang Karbala. Selain itu, masyarakat juga berharap akan berkah yang datang dari Allah SWT, setelah melakukan tradisi ini. 

Pasola 

Pasola merupakan tradisi unik yang sering dilakukan oleh Suku Sumba, Nusa Tenggara Timur. Pasola merupakan tradisi perang tombak berkuda yang dilakukan pada setiap bulan Februari dan Maret. Dalam tradisi ini, dua orang yang berkuda akan saling melempar tombak yang terbuat dari kayu rotan. 

Dengan tradisi ini, masyarakat Suku Sumba percaya, mereka akan memperoleh kesuburan tanah dan kesejahteraan. Selain itu, tradisi ini dibarengi dengan musim nyale, yaitu semacam cacing laut yang dipercaya masyarakat setempat menjadi pertanda akan munculnya hal-hal baik. 

Itulah beberapa tradisi khas dan unik dari berbagai macam daerah di Indonesia. Tradisi-tradisi di atas masih dilakukan secara rutin sampai dengan sekarang. Masyarakat sangat menjaga tradisi dari daerahnya, karena bentuk rasa simpati mereka terhadap leluhur. Dengan mengetahuinya, diharapkan masyarakat Indonesia dapat terus menjaga dan melestarikannya ke generasi selanjutnya. 

Baca juga: Budaya Inovasi, Penggerak Utama pada Era Perubahan