Menekuni hobi selama masa pandemi bisa membantu kamu terbebas dari kebosanan. Salah satu kegiatan yang kini banyak dilakukan masyarakat adalah memelihara ikan cupang (Betta sp).

Ikan cupang telah menjadi primadona sejak lama. Ikan yang oleh sebagian orang disebut beta ini relatif mudah diperlihara dan dikembangbiakkan. Tak perlu membuat kolam yang luas, cukup memeliharanya dalam botol atau akuarium kecil.

Nah, untuk merawat cupang agar selalu sehat dan indah, ada beberapa tips sederhana yang bisa kamu lakukan. Syarat utamanya, kamu harus rajin. Berikut ini, sejumlah langkah untuk merawat ikan cupang.

Wadah dengan air bersih

Saat membeli ikan cupang, siapkan wadah untuk dengan air bersih. Air yang dibawa dari penjual ikan mungkin saja mengandung jamur atau mikro-organisme yang bisa mengganggu pertumbuhan cupang.

Wadah bisa berupa ember, botol, atau akuarium yang diisi dengan air bersih. Kemudian diamkan sejenak agar air memiliki temperatur yang sama dengan suhu kamar. Suhu yang disarankan adalah 22-27 derajat celsius.

Pindahkan hati-hati

Selanjutnya, pindahkan cupang ke dalam wadah yang akan menjadi rumah barunya. Saat memindahkan cupang, lakukan secara hati-hati untuk mencegah cupang stres atau rusak siripnya.

Sebagian orang memindahkan cupang langsung dari plastik bersama air dari penjualnya ke dalam wadah baru. Bila dengan cara ini, sebaiknya air dari penjual dikurangi terlebih dulu untuk meminimalkan mikroorganisme yang terbawa dalam plastik.

Cara lainnya dengan menggunakan jaring kecil dan lakukan secara hati-hati. Yang penting, usahakan jangan memindahkan cupang ke wadah baru menggunakan tangan.

Beri pakan hidup

Pakan hidup sangat dianjurkan untuk cupang. Misalnya, cacing mutiara, lalat buah, udang air asin, dan jentik nyamuk.

Namun, tersedia juga pakan berupa pelet yang mengandung mikroalga berwarna hijau kebiruan. Pakan ini bermanfaat untuk merawat warna di tubuh cupang. Ada juga pehobi cupang yang memberi pakan potongan daging ikan salmon yang kaya nutrisi. Perlu diingat, jangan terlalu sering memberi cupang dengan pakan olahan ini.

Ganti air 2-3 kali seminggu

Pakan tadi dalam waktu tertentu akan membuat air di dalam wadah menjadi keruh. Oleh sebab itu, bersihkan atau ganti air dari wadah cupang setidaknya 2-3 kali dalam seminggu.

Saat wadah dibersihkan, pindahkan dulu ikan cupang ke tempat lain yang juga diisi dengan air bersih. Wadah kemudian dicuci dengan air hangat lalu dikeringkan dengan kain yang bersih. Jika terdapat hiasan seperti bebatuan atau tanaman buatan, bersihkan hiasan tersebut dari kotoran dan lendir.

Setelah wadah bersih dan diisi kembali dengan air yang jernih, biarkan sejenak agar temperatur air sama dengan suhu kamar. Setelah itu, masukkan kembali ikan cupang ke wadahnya.

Masukkan daun ketapang

Para pehobi cupang sudah paham benar manfaat daun ketapang (Terminalia catappa L). Daun ini menjadi antibiotik alami bagi cupang. Untuk itu, masukkan secukupnya daun ketapang ke wadah cupang.

Pilihlah daun ketapang yang sudah berwarna cokelat dan bersihkan kotoran yang menempel. Kemudian, rendam daun ketapang di air garam 10-20 menit. Setelah itu, rendam di air bersih sehari semalam. Lalu tiriskan dan keringkan daun ketapang langsung di bawah sinar matahari selama 3 hari atau sampai benar-benar kering.

Lalu masukkan daun ketapang ke ember berisi air. Satu helai daun bisa untuk 5-6 liter air, lalu biarkan 1-2 hari sampai air menguning. Air ini kemudian bisa dimasukkan ke dalam kolam atau campurkan sebagian pada wadah cupangmu.

Manfaat lain daun ketapang, yakni menurunkan pH air, tempat cupang meletakkan telurnya, dan menyerap zat kimia yang merugikan cupang. Selain itu, untuk menjaga keindahan warna cupang.

Gunakan metil biru

Kadang-kadang kelincahan cupang membuat sirip atau ekornya patah. Tenang saja. Untuk membantu menumbuhkan kembali sirip atau ekor yang patah, kamu bisa menggunakan metil biru.

Metil biru adalah turunan formal dari fenotiazin. Wujudnya berupa serbuk hijau tua yang jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan nuansa biru. Masukkan secukupnya metil biru ke wadah cupangmu. Jika kerusakan sirip atau ekor tidak terlalu parah, dalam waktu sekitar seminggu cupangmu akan kembali seperti sedia kala.

Mengobati cupang

Cupang yang tampak lemas biasanya sedang sakit. Penyakit ini umumnya karena serangan jamur. Untuk mengobatinya, kamu bisa menggunakan garam ikan, metil biru, obat tetra chlor, dan pomate.

Campurkan bahan-bahan tadi di dalam wadah lain, kemudian aduk hingga rata. Lalu masukkan cupang yang sakit ke wadah ini. Amati beberapa waktu hingga cupang tampak lincah kembali.

Cupang pada masa lalu dipelihara sebagai ikan aduan. Namun, setelah dilakukan perkawinan silang beberapa jenis cupang yang lantas menghasilkan warna-warna dan bentuk sirip yang indah, pamor cupang pun lebih dikenal sebagai ikan hias.

Sekarang ikan cupang menjadi salah satu komoditas ekspor Indonesia. Harga per ekornya bisa mencapai jutaan rupiah. [*]

Baca juga: Cupang, Ikan Sawah yang Naik Panggung Kontes