Ramadhan kali ini tentunya dalam suasana prihatin, karena pandemi terus berlangsung dan ekonomi masyarakat masih penuh tekanan. Untuk itulah perencanaan anggaran untuk menjalani bulan Ramadhan mutlak harus dilakukan. Hal ini agar puasa tetap bisa dijalankan dengan khusyuk.

Tidak ada yang mudah memang dalam mengatur anggaran. Namun, semua bisa dilakukan. Kamu hanya harus konsisten dan punya niat yang kuat. Inilah beberapa tips menyiapkan anggaran untuk menjalani Ramadhan.

1. Susun rencana anggaran

Rencana anggaran selama satu bulan penuh wajib dicatat. Tak perlu harus detail, tetapi buatlah secara sederhana. Pisahkan pengeluaran wajib dan tambahan. Pengeluaran wajib misalnya pengeluaran wajib untuk kebutuhan sehari-hari, kebutuhan untuk masak sahur dan buka puasa. Sementara tambahannya seperti beli baju lebaran atau pemberian parsel hamper untuk dikirimkan.

Berapa alokasinya? Tidak ada ukuran pasti. Jika ingin mengurangi porsi dari tabungan atau investasi sebaiknya tidak lebih dari 5 persen.

2. Masak sendiri

memasak sendiri di rumah

Jika kamu memasak sendiri untuk kebutuhan sahur atau buka puasa, bagus sekali. Membeli bahan mentah lebih murah ketimbang makanan yang sudah jadi. Namun, akan lebih baik jika selama sebulan, kamu sudah memiliki daftar menu sehingga belanjanya bisa diatur.

Baca juga : 

3. Jangan lupa zakat fitrah

Dalam ilmu perencanaan keuangan, selalu disediakan pos keuangan untuk kebutuhan keagamaan. Porsinya 5 persen dari penghasilan. Namun, ini bukanlah ukuran pasti. Sesuaikan dengan kebutuhan zakat fitrahmu. Kalau ada sisa, kamu bisa memberikan sedekah ke orang yang membutuhkan.

4. Kebutuhan vs keinginan

Diskon Ramadhan memang menggiurkan. Apalagi di masa pandemi seperti ini. Konsumsi belanja memang dibutuhkan untuk mendukung perekonomian negara, tetapi sebaiknya disesuaikan juga dengan anggaran yang sudah kamu susun. Harus komitmen, jangan tergoda.

5. Jangan lupa investasi

Mendekati lebaran, biasanya tunjangan hari raya akan turun. Berhubung masih masa pandemi, lebih baik alokasi untuk hiburan dikurangi dan dialihkan untuk berinvestasi. Bisa ke reksadana, deposito, atau lainnya. Lumayan kan menambah pundi-pundi keuangan untuk masa pensiun nanti.