1. Pilih roof box sesuai kapasitas mobil
Pemilihan roof box harus memperhitungkan daya angkut maksimal kendaraan. Setiap mobil memiliki batas kapasitas muatan, termasuk beban yang bisa ditanggung di atapnya. Melebihi kapasitas ini bisa berdampak buruk pada stabilitas kendaraan, terutama saat bermanuver atau saat terkena angin kencang. Beban yang terlalu berat di atas kendaraan juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Selain itu, roof box yang terlalu besar dapat menambah hambatan udara, yang berpengaruh pada efisiensi bahan bakar. Oleh karena itu, sebelum membeli roof box, pastikan Anda sudah mengetahui kapasitas maksimal atap mobil dan memilih ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.
2. Perhatikan ketinggian kendaraan
Menambahkan roof box otomatis membuat tinggi kendaraan bertambah. Ini bisa menjadi masalah saat melewati tempat dengan batas ketinggian tertentu, seperti portal gerbang tol otomatis, area parkir bertingkat, atau jembatan rendah.
Sebelum memasang roof box, ukur tinggi kendaraan setelah roof box terpasang, lalu catat atau tempelkan informasi ini di kokpit pengemudi sebagai pengingat. Dengan mengetahui tinggi kendaraan yang baru, Anda bisa menghindari insiden tersangkut di portal tol atau merusak roof box akibat menabrak batasan tinggi.
3. Distribusikan berat dengan baik
Cara menata barang di dalam roof box berpengaruh terhadap kestabilan kendaraan. Hindari menaruh barang yang sangat berat di atas karena ini bisa mengganggu keseimbangan kendaraan. Sebaiknya, letakkan barang terberat di bagian bawah rak roof box, sedangkan barang yang lebih ringan bisa diletakkan di bagian atas.
Selain itu, untuk menjaga distribusi berat yang optimal, Anda bisa menempatkan barang berat lainnya di bagasi belakang kendaraan. Hal ini membantu menjaga pusat gravitasi mobil tetap stabil sehingga kendaraan lebih aman dan nyaman saat dikendarai.
3. Perhatikan gaya mengemudi
Roof box dapat memengaruhi keseimbangan dan aerodinamika kendaraan. Dengan tambahan beban di atas mobil, pusat gravitasi kendaraan akan sedikit berubah, yang berarti pengemudi harus lebih berhati-hati saat bermanuver, terutama saat menikung atau berpindah jalur.
Hindari melakukan akselerasi atau pengereman secara mendadak karena hal ini dapat membuat kendaraan lebih sulit dikendalikan. Selain itu, kecepatan tinggi dengan roof box yang penuh muatan bisa meningkatkan efek hambatan angin, yang memengaruhi konsumsi bahan bakar. Oleh karena itu, berkendaralah dengan lebih halus dan stabil untuk memastikan keselamatan selama perjalanan.
5. Lakukan pengecekan berkala
Sebelum dan selama perjalanan, selalu lakukan pengecekan berkala pada roof box. Pastikan roof box terpasang dengan kuat pada roof rail dan tidak ada baut atau pengait yang longgar. Jika mendengar suara aneh atau merasakan getaran yang tidak biasa, segera hentikan kendaraan dan lakukan pemeriksaan.
Selain itu, pastikan kondisi roof box tetap baik, terutama jika sering digunakan dalam kondisi cuaca ekstrem. Pengecekan rutin ini penting untuk memastikan bahwa roof box tidak bergeser atau bahkan lepas saat berkendara, yang dapat membahayakan pengemudi dan pengguna jalan lainnya.
Dengan memperhatikan lima hal di atas, Anda bisa memastikan bahwa perjalanan tetap aman, nyaman, dan efisien meskipun membawa banyak barang. Jadi, sebelum memasang roof box di mobil, pastikan semua faktor ini telah dipertimbangkan dengan baik.
Baca juga: Berhenti Darurat di Jalan Tol, Ini yang Harus Kamu Lakukan