Di sebuah rumah di Kota Malang, Jawa Timur, Nay, seorang bocah perempuan kelas 5 SD sedang merasa jenuh.

“Nay, kenapa?” tanya ibunya sambil menggendong Titi, adik Nay yang masih balita.

“Nay jenuh. Boleh Nay pinjam HP Ibu?” tanya Nay kemudian. Ibu memang membatasi kapan Nay boleh memakai HP. Saat mengerjakan tugas dan beberapa saat untuk menghubungi temannya.

“Nay mau menghubungi teman-teman?” tanya ibu sambil memberikan HP pada Nay.

“Iya, Bu. Tapi, sebenarnya Nay bosan. Teman-teman yang dibicarakan itu-itu saja.”

“Bagaimana kalau Nay membacakan cerita buat teman-teman?” usul Ibu. Tiba-tiba Titi menangis. Ibu menenangkan Titi.

Nay mulai memikirkan usul Ibu. Membacakan cerita buat teman-teman, sebuah usul yang bagus. Tapi, apa teman-teman suka? pikir Nay.

“Ibu merasa kamu punya bakat bercerita, Nay. Titi, adikmu saja suka kalau kamu bercerita untuknya. Nah, bagaimana?” tanya Ibu sambil duduk di samping Nay. Titi sudah tertidur.

“Ayo, kita coba, Nay,” ajak Ibu meski melihat Nay ragu.

Ibu menyuruh Nay membuka grup kelas. Terlihat banyak tulisan teman-teman Nay. Ada yang saling menyapa dan bergurau.

“Nah, sekarang, Nay mau membacakan cerita apa?” tanya Ibu.

“Cerita rakyat Sangkuriang, Bu. Ceritanya menarik, Nay suka,” kata Nay sambil mengambil buku dari rak.

“Baik. Kita mulai rekam ya. Nay langsung baca!” saran Ibu. Ibu membantu memegangi HP, Nay mulai membaca cerita.

“Sebentar.” Ibu tiba-tiba menghentikan bacaan Nay. “Jangan terlalu cepat membacanya. Berikan intonasi yang tepat sehingga temanmu tertarik mendengarnya.”

Nay mencoba lagi. Ibu tidak merekamnya terlebih dulu.

“Nah, begitu. Bagus! Bisa kita mulai lagi ya?” tanya Ibu. Nay mengangguk. Ia mulai membacakan cerita.

“Alkisah di sebuah desa, ada anak bernama Sangkuriang. Biasanya, ia pergi ke hutan untuk berburu…” Nay membaca sesuai arahan Ibu. Saat membaca dialog, Nay pun mengganti-ganti suaranya. Setelah selesai, Nay mengunggah rekamannya ke grup sekolah.

Sejenak kemudian, Ratih temannya berkomentar di grup. “Bagus sekali Nay,” kata Ratih sambil memberikan jempol. Rupanya komentar Ratih membuat teman-teman yang lain penasaran. Mereka lalu membuka kiriman dari Nay, dan mendengarkan cerita Nay.

Kini setiap hari teman Nay menunggu cerita apa yang akan Nay bacakan. Ada banyak cerita rakyat, Timun Mas, Asal Mula Coban Rondo, Lutung Kasarung dan lainnya. Nay juga membacakan seri pengetahuan, dongeng lucu, bahkan kisah perjalanan. Ada juga cerita aneka makanan khas, seperti bika ambon, awug-awug, dan semar mendem. Semuanya menarik.

Kadang teman-temannya ada yang memesan cerita apa yang akan Nay bawakan hari itu. Sungguh seru berbagi cerita dari rumah!*

logo baru nusantara bertutur

Oleh Tim Nusantara Bertutur
Penulis: Rahmah Bangun
Pendongeng: Kak Resha (IG: @kakresha)
Ilustrasi: Regina Primalita

Leave a Response