Ekosistem Web3 dan skena NFT membuka jalan bagi banyak kreator untuk menemukan apresiatornya. Hal ini bahkan bisa meyakinkan sejumlah orang untuk pivot dan mengambil jalan lain yang lebih sesuai dengan minat dan hasrat berkreasi.

Bagi Riska Amanda, lulusan Teknik Elektro ITS, hasrat untuk berkreasi ini muncul kala ia berhenti dari kariernya di bidang idaman “tukang insinyur” yaitu industri oil and gas pada 2019. Riska kemudian memutuskan untuk menjadi full time illustrator, menekuni kembali minat yang dipupuk sejak lama.

“Sejak kecil, saya kerap menggambar,” kata Riska. “Sampai SMP hingga SMA, kegiatan itu tak pernah lepas.”

Komik, buku-buku dongeng, hingga gim menjadi sumber inspirasinya yang membentuknya ciri khas Riska saat ini. Mengamati laman instagram akun @holakanola yang menjadi salah satu etalase portfolionya, kita seperti dibawa melihat galeri pustaka-pustaka fantasi.

Hypnotized by Holakanola
Hypnotized by Holakanola (Foundation)

Warna-warni, ornamentasi, serta titik fokus berupa karakter perempuan yang hadir menjadikan karyanya bercerita. Bahkan narasi ia bangun juga dalam konteks cerita tertulis yang hadir bersama karyanya.

“Karakter perempuan itu mewakili perasaan dan emosi, sehingga ceritanya bisa disampaikan melalui hal itu,” jelas Riska.

Ketelitiannya mengolah berbagai elemen dan ornamen juga membuat apresiator karyanya bisa mengamati hal-hal detail yang mendukung cerita. Seperti mencari telur paskah dalam sebuah kebun grafis besar.

Asah Identitas Kreasi

Sebagai ilustrator yang tidak dibekali pendidikan formal kesenian, Riska menggunakan keterbukaan berjejaring dan komunitas dalam skena NFT untuk makin mengasah identitasnya.

Riska mengaku sebelum mengenal skena ini, ia merilis karyanya secara kasual. Artinya tidak menggunakan pertimbangan apakah apresiatornya akan menyerap dan menyukai karyanya.

“Sebelumnya, yang penting karya bisa mengisi ‘feed’ Instagram,” terang Riska. “Namun, menggambar itu ternyata tentang menyampaikan pesan yang menuntut kita mengetahui cara agar hal itu bisa tersampaikan.”

Art NFT karya Holakanola berjudul Nocturne
Nocturne by Holakanola

Riska mengaku skena NFT menjadi akselerator untuk menemukan karakteristik ilustrasinya. Hal ini, menurutnya, sangat penting dalam ekosistem ini.

“Kolektor NFT sangat menyukai konsistensi karya,” jelasnya. “Mereka mengoleksi karena mengerti dengan identitas dan pesan yang disampaikan dalam sebuah karya.”

Konsistensi ini juga yang akan membantu seniman atau kreator untuk lebih mudah dikenali. Dalam skena NFT yang melebur batasan wilayah, hal ini menjadi penting untuk mempermudah “discovery” atas sebuah karya atau kreator.

“Banyak ilustrator yang mengubah gaya mereka karena menganggap tidak laku” jelas kreator yang karyanya telah dikoleksi lebih dari 100 apresiator ini. “Padahal bisa jadi karyanya memang belum menemukan kolektor yang tepat.”

Selain membutuhkan kesabaran, aktivitas berjejaring dan berkomunitas juga akan sangat membantu seorang kreator “ditemukan”.

“Di bidang apapun, kita tetap membutuhkan bantuan pihak lain,” kata Riska.

***

Nama:
Riska Amanda

Tempat, Tanggal Lahir:
Jember, 27 Juni 1990

Pendidikan:
S1 Teknik Elektro, ITS Surabaya

Portofolio:
https://oncyber.io/holakanola