Pada Minggu pagi, seperti biasa di sebuah taman kompleks perumahan di Jakarta yang berada di dekat rumah Jessi selalu ramai dikunjungi oleh para penghuni kompleks. Biasanya mereka pergi ke sana untuk berolahraga sekaligus menikmati udara pagi yang masih segar.

Begitu juga yang dilakukan oleh Jessi bersama Ayah. Mereka juga rutin setia seminggu sekali selalu berolahraga di taman ini.

Pagi ini, saat Jessi dan Ayah sedang berolahraga mengelilingi taman, Jessi melihat anak-anak seumurannya banyak yang bermain gadget di taman itu seusai mereka berolahraga. Jessi yang melihat hal itu pun punya ide cemerlang.

Hm, bagaimana, ya, jika aku membawa semua buku koleksi kesayanganku berupa komik, buku-buku ensiklopedia, serta buku kumpulan cerita anak untuk digelar di taman ini? Tentunya asyik juga, ya! pikir Jessi saat itu.

Saat Jessi sedang termenung, tiba-tiba Ayah mengagetkannya. “Ayo, sedang melamun apa?”

“Ah, Ayah bikin kaget aku saja!” seru Jessi. “Oya, Yah, boleh tidak jika semua buku koleksiku, aku bawa ke taman ini untuk hiburan anak-anak seusiaku seusai mereka berolahraga ketimbang mereka main gadget.”

Ayah yang mendengar hal itu pun tersenyum sambil mengusap kepala Jessi. “Boleh saja! Ayah setuju sekali. Anggap saja sebagai perpustakaan dadakan. Kan banyak manfaatnya.”

“Terima kasih, ya, Yah!” pipi Jessi  pun merona karena keinginannya dikabulkan oleh Ayah.

Akhirnya, pada Minggu pagi berikutnya,  Jessi pun membawa semua buku koleksinya, mulai dari buku komik, ensiklopedia, hingga kumpulan cerita anak. Ia juga membawa majalah anak-anak. Ia membawa semua koleksinya itu memakai mobil Ayah.

Usai berolahraga, barulah Jessi membuka perpustakaan dadakannya itu. Tidak lupa memasang spanduk yang dibuatkan Ayah dengan bertuliskan “Perpustakaan Dadakan Jessi”.

Jessi pun mulai menata buku-buku koleksinya pada rak-rak mini dari kayu yang dibawanya dari rumah. Setelah semua tertata rapi, Jessi pun lalu menghampiri Ayah.

“Ayah, boleh tidak aku menyewakan buku-buku ini, tetapi tidak gratis. Namun, menyewanya dengan membayar seikhlasnya. Nanti uangnya akan aku donasikan ke para korban gempa Cianjur melalui sekolahku. Bolehkan Ayah jika aku membuat pemberitahuan seperti ini, Ayo, Membaca Sambil Berdonasi untuk Korban Gempa Cianjur.”

Ayah yang mendengarkan usulan Jessi itu langsung memeluk Jessi. Ayah terharu padanya, yang mau peduli terhadap sesama.

Sementara itu, Jessi sendiri merasa bahagia karena apa yang diinginkan tercapai. ”Ayo, siapa lagi yang mau membaca sambil berdonasi? teriak Jessi penuh semangat di taman. *

 

logo baru nusantara bertutur

Oleh Tim Nusantara Bertutur

Penulis: Kak Ian

Ilustrasi: Regina Primalita
Penutur: Paman Gery (@paman_gery)