Kue kering adalah hal yang tidak bisa terpisahkan dari perayaan Hari Raya Idul Fitri. Kue kering merupakan hidangan yang sangat cocok untuk acara silaturahmi bersama keluarga. Di balik rasanya yang enak, kue kering menyimpan cerita sejarah yang panjang yang menyimbolkan akulturasi budaya dan kuliner di Indonesia.
Kue kering ada sejak abad ke-7 di Persia yang sekarang menjadi Iran. Pada zaman itu, para penjual roti menyisihkan sedikit adonan untuk mencoba suhu oven sebelum memanggang roti. Tidak disangka, adonan tersebut mengembang dan menjadi kue kering yang memiliki tekstur yang renyah dan enak.
Lanjut, kue kering mulai menyebar ke Eropa melalui jalur perdagangan dan penaklukan musim di Spanyol. Awalnya, kue kering hanya disajikan untuk kaum bangsawan Eropa. Namun, pada awal abad ke-14, kue kering mulai dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari anggota kerajaan hingga rakyat biasa.
Sejarah Kue Kering di Indonesia
Di indonesia, menyajikan kue kering pada saat Lebaran mulai berkembang pada masa kolonial Belanda. Hubungan antara masyarakat Indonesia dan Belanda pada zaman itu menciptakan akulturasi budaya dalam bidang kuliner. Kue kering seperti nastar dan kastengel merupakan kuliner yang berasal dari kue Eropa yang disesuaikan dengan selera Indonesia.
Dibalik rasanya yang lezat, kue kering juga memiliki arti yang mendalam pada perayaan Lebaran. Kue kering melambangkan kemakmuran, kebahagiaan, dan harapan setelah melakukan puasa selama sebulan. Memberikan kue kering kepada tamu yang datang ke rumah pada saat Lebaran juga merepresentasikan keramahan dan keterbukaan dalam menjalani silaturahmi.
Jenis Kue Kering saat Lebaran
Berikut adalah beberapa jenis kue kering yang biasanya ada pada saat Lebaran.
Nastar
Nastar berasal dari kata ananas yang berarti nanas dan “taart” yang berarti selai. Pada awalnya, nastar menggunakan selai blueberry atau apel. Namun, selai nanas dipilih sebagai isian nastar, karena di Indonesia memiliki buah nanas yang berlimpah dan rasanya yang khas.
Nastar merupakan salah satu kue kering yang sangat dicari pada saat Lebaran. Teksturnya yang lembut dan diisi dengan selai nanas yang manis, membuatnya enak untuk menjadi cemilan. Nastar biasanya berbentuk setengah lingkaran dan dibalutkan dengan kuning telur di atasnya, yang membuat tampilannya menjadi sangat cantik.
Kastengel
Kastengel berasal dari kata kaasstengels merupakan bahasa Belanda yang berarti batang keju. Kastengel juga mengalami penyesuaian, di Belanda menggunakan keju Edam atau Gouda, sedangkan di Indonesia menggunakan keju lokal atau cheddar.
Pada zaman dulu, kastengel disajikan hanya untuk rumah-rumah pejabat dan pegawai Belanda yang menikahi wanita pribumi. Ini yang menyebabkan kastengel sebagai sumber akulturasi tradisi kuliner Belanda dengan Indonesia.
Kue Putri Salju
Putri Salju berasal dari Eropa, tepatnya dari Austria dan Jerman. Biasanya, di negara asalnya, kue ini disajikan pada perayaan hari-hari besar seperti Natal. Kabarnya, kue ini dibawa oleh orang asing yang datang ke Indonesia. Kemudian, kue ini menjadi salah satu kue yang populer karena rasanya yang lezat.
Salah satu kesamaan antara kue putri salju Austria dengan Indonesia adalah bentuknya yang seperti bulan sabit dan rasanya yang manis dengan taburan gula halus.
Itulah sejarah dan beberapa kue kering di Indonesia yang biasanya disajikan pada saat Lebaran. Dapat disimpulkan, kue kering bukan hanya sebagai cemilan, tetapi juga mencerminkan akulturasi budaya dan nilai sosial yang diwariskan dari generasi leluhur dalam merayakan hari raya.
Baca juga: Nastar dan Kastengel, Kue Khas Lebaran yang Abadi