Pernahkah Anda bertanya-tanya, kenapa pengeluaran saat ramadhan justru bertambah dibandingkan bulan biasanya? Padahal, dengan puasa, Anda justru bisa mengurangi pengeluaran.

Namun, pada saat puasa biasanya banyak godaan yang muncul. Nah, lalu kenapa pengeluaran Anda membengkak saat bulan puasa? Inilah faktanya.

1. Harga barang meningkat

Foto: Shutterstock/Danaan.

Seperti menjelang hari raya pada umumnya, permintaan barang kebutuhan cenderung meningkat. Harga-harga pun naik. Wajar saja, kebutuhan masyarakat untuk mempersiapkan hari raya cukup tinggi, padahal pasokan barang jumlahnya tetap.

2. Godaan diskon

Foto: Shutterstock/Tzido Sun.

Sadar atau tidak, setiap menjelang hari raya banyak diskon, promosi, ataupun cashback bertebaran, baik offline maupun online. Bahkan, tidak tanggung-tanggung, diskon atau cashback bisa sampai setengah harga. Anda yang suka belanja, cenderung tak akan melewatkan promosi-promosi ini, apalagi kalau THR sudah turun. Kalau tidak kuat menahan godaan, biasanya barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan malah dibeli.

Baca juga : Alasan harus punya kartu kredit

3. Menggantungkan diri dengan THR

Foto: Shutterstock/Teerawit Chankowet

THR adalah sarana untuk menunjang kebutuhan hari raya. Namun, sering dianggap sebagai bonus atau tambahan. Beberapa orang bahkan pernah menghabiskan uang gaji sebelum THR karena merasa akan ada tambahan dalam waktu dekat. Padahal, THR bisa saja ditabung atau disisihkan sebagian untuk tambahan simpanan. Dengan kata lain, pundi-pundi ini harusnya bisa dimanfaatkan untuk masa depan ketimbang dihabiskan dalam waktu singkat.

4. Jajan berlebihan

Foto: Shutterstock/Lano Lan

Setelah seharian menahan haus dan lapar, tentu saja buka puasa menjadi momen paling dinanti. Momen ini sering dimanfaatkan untuk membeli banyak menu buka puasa. Mulai dari gorengan, kolak, es buah, nasi, lauk, hingga kopi kekinian. Padahal, saat bulan biasa, Anda mungkin hanya membeli gorengan atau minum jus. Nah, mengendalikan nafsu menjadi amat penting agar puasa menjadi bermakna dan pengeluaran tetap dalam rasio yang aman.

5. Terlalu banyak ikut bukber

Foto: Shutterstock/Pujislab

Coba dihitung berapa banyak agenda buka bersama (bukber) dalam sebulan? Jika terlalu banyak, pengeluaran bisa membengkak. Apalagi jika semua agenda bukber itu dilakukan di mal. Pasti akan bokek saat hari raya nanti. Sebaiknya, Anda mulai tentukan kira-kira agenda bukber manakah yang bisa diikuti? Jika ingin hemat, lakukan bukber di rumah saja.