Opor ayam adalah salah satu hidangan khas yang hampir selalu hadir saat menyambut hari Lebaran di Indonesia. Kehadirannya dalam setiap perayaan Lebaran menjadikannya bagian integral dari tradisi kuliner di Tanah Air. Selain kelezatannya yang mendunia, hidangan ini juga memiliki akar budaya yang menarik dan mengalami proses akulturasi yang memperkaya kekayaan kuliner Indonesia.
Akulturasi Tiga Budaya dalam Opor Ayam
Hidangan berkuah ini sebenarnya merupakan hasil perpaduan berbagai pengaruh budaya dari beberapa negara. Makanan ini dapat ditelusuri dari tiga budaya utama: India, Arab, dan China.
Opor ayam berkuah santan putih sangat populer di kalangan masyarakat peranakan Tionghoa di Indonesia. Kuahnya yang kental dengan aroma santan yang khas menunjukkan keterkaitan dengan lontong Cap Go Meh, hidangan khas yang biasa disajikan saat perayaan Cap Go Meh oleh komunitas Tionghoa.
Sementara itu, opor ayam berkuah kuning memiliki tambahan kunyit dan jintan yang menunjukkan pengaruh budaya India. Warna kuning berasal dari kunyit, sementara aroma dan rasa khasnya berasal dari campuran rempah-rempah seperti jintan dan bumbu kari yang banyak digunakan dalam masakan India. Â
Agar lebih sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia, sajian lezat ini mengalami modifikasi. Salah satu penyesuaian utama adalah kuahnya yang cenderung lebih encer dibandingkan dengan kari dan gulai yang berasal dari budaya asalnya.
Cara penyajiannya juga mengalami akulturasi. Opor ayam yang kini sering disajikan dengan ketupat ternyata memiliki kesamaan dengan lontong yang berasal dari budaya Tionghoa. Selain itu, hidangan ini sering kali disandingkan dengan sambal kentang dan rendang, memperkaya cita rasa khas Lebaran.
Hidangan Kerajaan Versi Ekonomis
Sejak zaman kerajaan, opor ayam telah menjadi makanan yang disukai oleh berbagai kalangan masyarakat. Dahulu, daging lebih banyak dikonsumsi oleh keluarga kerajaan sehingga masyarakat biasa menciptakan hidangan opor ayam sebagai alternatif dengan menggunakan bumbu dan teknik memasak yang terinspirasi dari masakan kerajaan.
Hingga saat ini, opor ayam tetap menjadi hidangan yang sangat dicintai oleh masyarakat Indonesia. Rasanya yang gurih, proses memasaknya yang mudah, serta kemampuannya beradaptasi dengan selera lokal membuatnya cocok dinikmati kapan saja.
Baca juga:Â 5 Tradisi Khas Merayakan Lebaran di Pulau Jawa