Perkembangan industri otomotif menarik untuk dicermati. Salah satu tempat untuk melihat guratan sejarah perkembangan otomotif adalah melalui museum-museum otomotif yang tersebar di berbagai negara.

Jerman adalah salah satu negara yang menyimpan rekam jejak industri otomotif dunia. Negara produsen mobil terbesar di Eropa ini memiliki Museum Porsche yang berada di Stuttgart. Lebih dari 80 kendaraan terpajang di area pamer seluas 5.600 meter persegi tersebut.

Museum Porsche

Delugan Meissl Associated Architects, Firma arsitektur yang berkantor di Wina, Austria, mendapat kepercayaan untuk mendesain museum. Pembangunan pun dimulai pada Oktober 2005 dan pada Desember 2008 diserahkan ke pihak Porsche. Bangunan yang tampak mengapung di atas tanah bak monolit itu kemudian dibuka secara resmi pada 31 Januari 2009.

Di area pamer yang berada di dekat pabrik Porsche ini pengunjung dapat melihat mobil-mobil Porsche yang begitu memukau, mulai dari Porsche Cisitalia 360 (1947) berpenggerak 4 roda, Porsche 804 Formula 1 (1962), hingga Porsche Carrera GT (2003) –sports car 2 pintu yang mampu menyemburkan tenaga 612 hp.

Mengusung filosofi “Museum on Wheels”, di tempat itu pengunjung disajikan mobil-mobil klasik yang tak kalah mengagumkan. Acara dan atraksi-atraksi seru pun ikut menjadi agenda rutin yang diselenggarakan pengelola. Tak heran, wisatawan yang bertandang ke negara maju tersebut banyak yang sengaja meluangkan waktu mengunjungi museum megah itu.

Museum Mercedes-Benz

museum_mercedes-benz

Selain Museum Porsche, di Stuttgart terdapat museum lain yang tentunya sudah mendunia, Museum Mercedes-Benz. Menempati lahan seluas 4.800 meter persegi, museum yang memiliki bentuk bangunan oval tersebut tampil dominan dan tampak begitu kokoh serta futuristis.

Di museum yang dikelilingi area hijau tersebut, pengunjung bisa melihat rentetan sejarah mobil dari waktu yang cukup lama. Dengan data yang begitu lengkap, museum ini disebut menjadi satu-satunya museum di dunia yang dapat mendokumentasikan dalam satu lini masa sejarah mobil selama lebih dari 130 tahun.

Unsur-unsur otomotif seperti aluminium dan kaca turut menghiasi bagian luar bangunan tersebut. Sementara di bagian interior, arsitekturnya tampak memiliki konsep “mengalir”, tak ada dinding yang tegak lurus ataupun ruang tertutup.

Arsitektur bangunan yang menyimpan sejarah otomotif tersebut merupakan hasil karya Ben van Berkel dan Caroline Bos asal Belanda. Selain bentuk bangunannya yang unik, museum ini ramah penyandang disabilitas. Misalnya, lantai dibuat nonslip sehingga dapat meminimalkan orang terpeleset. Toiletnya pun didesain sedemikian rupa sehingga memudahkan pengunjung yang menggunakan kursi roda.

Terdapat pula selasar yang menampilkan gambar-gambar tentang beragam peristiwa penting, mulai dari dunia politik, fashion, dan industri turisme. Dengan adanya informasi yang beragam tersebut, pengunjung tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang industri mobil, tetapi juga perkembangan-perkembangan di bidang lainnya.

Di museum yang go green itu, pengunjung bisa melihat deretan kendaraan yang dipamerkan, mulai dari mobil penumpang yang dimiliki pesohor dunia hingga kendaraan angkut yang pernah dibuat Mercedes-Benz.

Museum Otomotif Malaga

Negara Eropa lainnya yang memiliki museum serupa adalah Spanyol. Negara berjuluk “Matador” ini mempunyai Museo Automovilistico de Malaga atau Museum Otomotif Malaga.

Museum ini memiliki konsep menarik, yakni menggabungkan unsur otomotif dengan dunia fashion. Jadi, pengunjung tidak hanya bisa melihat beragam koleksi mobil merek ternama, tetapi juga merek-merek fashion ternama di dunia.

Morgan Inglaterra produksi 1928 turut menghiasi area pamer museum tersebut. Mobil 2 silinder dengan kapasitas mesin 1.100 cc tersebut dulunya digunakan sebagai mini racing car. Terdapat pula Maserati keluaran 1950 atau yang dikenal dengan “Playboy’s car”. Mobil berkapasitas mesin 1.500 cc tersebut hanya terdapat 59 unit di dunia.

Tentu, masih banyak jenis lainnya yang ikut dipajang di area museum yang begitu nyaman dan elegan, termasuk koleksi dari Jaguar, Rolls-Royce, Porsche, dan Aston Martin.

Museum Toyota Automobile

Museum otomotif tidak hanya terdapat di Eropa. Asia jugamemilikinya. Jepang, negara maju di Asia ini juga mempunyai museum yang menyimpan sejarah perkembangan kendaraan bermotor, yaitu Museum Toyota Automobile.

Terletak di Nagoya, museum yang dibangun pada 1989 tersebut menyimpan sederet mobil berkelas dari berbagai negara. Di sana juga terdapat replika mobil pertama Toyota, atau yang dikenal dengan Toyota AA (1936).

Pengunjung juga bisa melihat Toyota Celica 1970, Toyota Lexus 2009, hingga merek lain besutan Jepang maupun Jerman, atau mobil klasik asal Amerika Serikat yang tak kalah memukau.

Bergeser ke Osaka, di sana terdapat Daihatsu Humobility World Museum atau Museum Daihatsu. Di sana dijelaskan, Daihatsu yang ikut meramaikan pasar otomotif Indonesia sebenarnya telah ada sejak 1907.

Kala itu, perusahaan ini tidak masuk ke dalam industri otomotif, tetapi menjadi produsen mesin industri. Waktu terus berjalan, Daihatsu pun kemudian mengembangkan mesin diesel yang disebut-sebut menjadi cikal bakal mesin mobil. Museum itu juga memberikan informasi bahwa pada 1950 Daihatsu memperkenalkan Daihatsu Midget sebagai babak baru untuk mengembangkan kendaraan bermotor.

Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia memiliki Museum Angkut yang ada di Batu, Jawa Timur. Di sana pengunjung bisa melihat sejarah beragam mobil, mulai dari kendaraan yang digunakan oleh Presiden Soekarno hingga pesawat tempur dan pesawat kepresidenan.

Festival dan berbagai acara seru juga menjadi agen museum tersebut. Yang tak kalah menarik, selain mempelajari mobil-mobil klasik, pengunjung bisa merasakan sensasi menerbangkan pesawat, yakni melalui flight simulator.

Ingin mengenal sejarah otomotif atau kendaraan melalui museum-museum? Kunjungi tempat-tempat tersebut. [*/BYU]

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 17 Juli 2018