Profesi sebagai sulih suara (voice over talent) saat ini semakin familiar karena perkembangan digital yang pesat. Masyarakat lebih banyak mengonsumsi konten digital yang memiliki sedikit teks serta lebih banyak unsur, baik audio dan visual.

Oleh karena itu, peran sulih suara pun menjadi penting, baik untuk mempertahankan hubungan maupun menyampaikan pesan sesuai dengan target audiens. Ditambah lagi, berprofesi sebagai sulih suara tidak dituntut untuk memiliki latar belakang pendidikan formal atau relevan serta tidak memiliki batas usia.

Terkait hal itu, Kognisi mengadakan Elective Class: How to Kickstart Your Journey As a Voice Over Talent dengan pemateri Iyok Baswara, seorang profesional di bidang sulih suara yang sempat bekerja sebagai penyiar radio dan Social Media Officer di Sonora FM, pada 17 April 2021.

Webinar ini diadakan dengan tujuan untuk mengetahui cara memulai karier di bidang sulih suara. Pembahasan mengenai keterampilan yang dibutuhkan serta cara melatihnya, media yang dapat digunakan, alat produksi, hingga penulisan naskah diulas secara mendetail.

Iyok memulai webinar dengan menekankan bahwa menjadi sulih suara tidak hanya sekadar berbicara.

“Di luar sana masih banyak orang beranggapan bahwa sulih suara hanya berbicara di depan mikrofon. Padahal, di balik itu semua ada talenta, jam terbang, dan investasi alat-alat yang digunakan agar suara dapat dihasilkan dengan baik,” jelas Iyok.

Di samping itu, sulih suara juga memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan pesan yang memiliki makna dan berarti bagi audiens yang menerima informasi.

Memulai Karier di Industri Sulih Suara

Pertanyaan umum yang sering ditanyakan kepada seorang sulih suara adalah iklan apa saja yang sudah diisi. Pola pikir seperti ini membuat banyak orang berpikir bahwa belum menjadi sulih suara kalau belum mengisi iklan. Padahal, industri sulih suara sangat luas dan tidak terbatas hanya pada mengisi suara di iklan, yaitu ada pengisi suara (dubber), penyiar, pewara, dan pembawa siniar (podcaster).

Untuk berprofesi sebagai sulih suara, ada beberapa langkah yang harus dilalui agar tidak ada disinformasi kepada audiens.

Pertama, latihan membaca dengan dilafalkan dan disuarakan. Berlatih membaca mengatur cara kita berbicara dan memahami otot-otot yang ada di wajah saat sedang berbicara.

Kedua, mendengar. Banyak orang yang takut dan tidak berani mendengar suaranya sendiri.

“Tugas utama menjadi sulih suara memang berbicara, tetapi mendengar menjadi aspek yang penting karena dengan mendengar kita memahami intonasi yang baik,” ungkap Iyok.

Ketiga, banyak belajar. Industri sulih suara adalah industri yang selalu berubah dan dinamis, sehingga seorang sulih suara dituntut untuk selalu belajar.

Terakhir adalah memperluas jaringan pertemanan. Menjadi sulih suara harus mengenal siapa klien dan audiens kita. Hal ini bisa dipahami melalui jaringan pertemanan kita.

Berkarya dengan Suara

Menyampaikan pesan yang jelas pada audiens harus dimiliki seorang sulih suara. Tidak hanya itu, sulih suara harus dapat mengatur pernapasannya, jangan sampai terengah ketika membaca sehingga menjaga kebugaran adalah hal wajib. Kemudian, sulih suara harus memahami pemenggalan makna dari setiap frase yang ada. Selanjutnya, kecepatan saat mengisi suara. Sebab penyampaian dengan target audiens yang muda dan tua akan berbeda. Lalu, percaya diri. Iyok mengungkapkan bahwa seorang sulih suara harus percaya diri dengan suaranya.

“Ketika ingin menyajikan sesuatu, kamu harus menyukainya lebih dahulu apa yang ingin kamu sajikan sebelum diberikan pada orang lain. Kalau kamu belum suka dengan suara atau sesuatu yang ingin disampaikan, orang lain juga tidak akan menyukainya.” kata Iyok pada audiens.

Berprofesi sebagai sulih suara harus memiliki ketenangan diri. Hal ini akan terbentuk setelah percaya diri dibangun, sehingga kita menjadi lebih santai dan nyaman saat melakukan pekerjaan. Lebih jauh, Iyok menjelaskan istilah ‘mic psychology’ yang terkenal dalam industri sulih suara. Di mana individu dapat berbicara dengan santai pada keadaan kasual, tetapi saat dihadapkan dengan mikrofon suaranya akan berubah, bergetar, dan merasa tidak tenang. Namun hal ini dapat diatasi dengan terus berlatih.

Hal terpenting untuk menjadi seorang sulih suara adalah jangan khawatir dan tetap percaya diri. Iyok mengingatkan audiens bahwa tidak ada suara yang jelek selama kita dapat berbicara dengan baik. “Seorang sulih suara itu unik. Kita mungkin memiliki banyak referensi (acuan), tapi bukan berarti kita harus menjadi mereka. Kita harus bisa menjadi suara sendiri. Be the voice, not just an echo.” tutup Iyok pada sesi webinar How to Kickstart Your Journey As a Voice Over Talent.

Kognisi adalah produk turunan Growth Center, yang merupakan platform berbasis edukasi persembahan Kompas Gramedia yang dibangun pada Mei 2019. Kognisi secara periodik mengadakan webinar yang terbuka untuk publik. Informasi lebih lanjut mengenai webinar Kognisi selanjutnya bisa langsung mengunjungi akun Instagram @kognisikg dan situs learning.kompasgramedia.com (khusus karyawan Kompas Gramedia). Selamat belajar, Kogi Friends! Stay safe, healthy, and sane!

Penulis: Ristiana Dwi Putri, Editor: Sulyana Andikko.