Lebaran merupakan waktu yang tepat untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar. Namun, di tengah kebersamaan ini, sering kali muncul pertanyaan-pertanyaan yang terasa mengusik atau membuat tidak nyaman.

Dari “Kapan Nikah?” hingga “Kok Gemukan?”

Setiap tahunnya, tak hanya kebahagiaan, momen Lebaran juga kerap dipenuhi keluh-kesah akibat pertanyaan basa-basi yang diterima kala silaturahmi. Entah muncul karena rasa penasaran, basa-basi, atau kebiasaan turun-temurun, pertanyaan-pertanyaan ini bisa menjadi topik yang sensitif bagi beberapa orang.

Beberapa pertanyaan yang sering muncul saat Lebaran antara lain berkaitan dengan status pernikahan, pekerjaan, keluarga, dan fisik. Pertanyaan seperti “kapan nikah?”, “pacarnya mana?”, atau “udah ada calon belum?” sering kali ditujukan kepada mereka yang masih lajang. Sementara itu, bagi yang sudah menikah, pertanyaan seperti “kapan punya anak?” atau “nggak mau menambah anak?” bisa menjadi sesuatu yang cukup sensitif.

Selain itu, pertanyaan mengenai pekerjaan dan pendidikan juga sering muncul, misalnya “sekarang kerja di mana?”, “gajinya berapa?”, atau “kapan lulus?”. Tak jarang, ada juga komentar tentang fisik seperti “kok kelihatan gemukan?” atau “kok makin kurus?” yang bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman.

Biasanya, pertanyaan-pertanyaan ini datang dari anggota keluarga yang lebih tua, seperti paman, bibi, atau kakek-nenek. Terkadang, teman lama yang jarang bertemu juga bisa melontarkan pertanyaan serupa. Meskipun terkadang niat mereka hanya untuk berbasa-basi atau menunjukkan perhatian, bagi yang ditanya, pertanyaan ini bisa saja membuat tersinggung.

Kadang Buat Tak Nyaman

Bagi sebagian orang, pertanyaan seputar kehidupan pribadi seperti pekerjaan, pernikahan, atau kondisi fisik bisa terasa seperti tekanan sosial. Tidak semua orang berada di tahap yang sama dalam hidupnya, sehingga pertanyaan semacam ini bisa memicu rasa canggung atau bahkan stres.

Untuk menjaga suasana tetap nyaman, ada baiknya kita lebih berhati-hati dalam memilih topik pembicaraan. Alih-alih menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi, cobalah membangun obrolan yang ringan dan menyenangkan, seperti membahas makanan favorit saat Lebaran, rencana liburan, atau pengalaman menarik selama Ramadhan.

Jawab dengan Bijak

Meskipun pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa terasa mengusik, ada beberapa cara bijak untuk meresponsnya agar tidak menimbulkan ketegangan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan jawaban diplomatis.

Jika ditanya tentang pernikahan atau pekerjaan, jawaban seperti “doakan saja yang terbaik, ya. Kalau sudah waktunya, pasti ada kabar baik.” atau “lagi menikmati prosesnya dulu, mohon doanya.” bisa menjadi pilihan yang aman. Jawaban seperti ini tidak hanya terdengar sopan, tetapi juga bisa menghindarkan dari pembahasan yang lebih jauh.

Selain jawaban diplomatis, menggunakan humor juga bisa menjadi cara efektif untuk mencairkan suasana. Dengan memberikan jawaban yang ringan dan bercanda, orang yang bertanya pun biasanya tidak akan terlalu menekan dan suasana tetap terjaga dengan baik.

Jika pertanyaan terasa terlalu pribadi atau sensitif, mengalihkan pembicaraan juga bisa menjadi strategi yang tepat. Dengan begitu, pembicaraan bisa bergeser ke topik lain yang lebih netral dan menyenangkan.

Anggap Angin Lalu

Sebagian besar pertanyaan ini sebenarnya sering kali diajukan tanpa niat buruk. Dengan menganggapnya sebagai angin lalu dan tanpa emosi, kita bisa memilih untuk meresponsnya dengan santai dan bijak.

Menggunakan jawaban yang tepat akan membantu menjaga suasana tetap akrab tanpa harus merasa tertekan atau tersinggung. Jadi, saat Lebaran, jika pertanyaan-pertanyaan ini kembali muncul, kamu sudah tahu bagaimana cara menghadapinya dengan tenang!

Baca juga: Tak Mudik saat Libur Lebaran? Ini yang Bisa Kamu Lakukan!