Hari menjelang siang. Matahari sudah tinggi. Namun, hawa dingin di lereng Gunung Sumbing, Jawa Tengah, membuat siapa pun malas beranjak. Beberapa pengunjung kawasan Desa Wisata Nepal Van Java Kaliangkrik Kabupaten Magelang melintas di depan rumah Pak Jono. Kawasan wisata pegunungan itu kini sedang naik daun.

Kluk kluk kluk…,” suara kokok Kukun si ayam kalkun mengagetkan Sasa si angsa putih teman sekandangnya.

“Heeiii…, Kukun, kamu jangan berisik dong, ini kan saatnya tidur siang,” kata Sasa kepada Kukun. Kukun dan Sasa tinggal di sebuah kandang di belakang rumah Pak Jono, seorang petani yang rajin bekerja. Tugas Kukun dan Sasa adalah menjaga keamanan rumah pak Jono. Siang itu, Pak Jono dan istrinya sedang bertanam di kebun sayurnya di atas gunung.

“Ssstt… kemarilah, Sa. Ada yang ingin kuceritakan padamu!” Kukun berbisik pada Sasa. Kukun lalu menceritakan sesuatu ke telinga Sasa. Mereka berdua lalu berjalan mengendap-endap menuju ke samping rumah Pak Jono yang besar.

Rumah Pak Jono memang tampak sepi. Dari kejauhan terlihat dua orang laki-laki tak dikenal sedang berusaha memanjat pagar samping rumah Pak Jono yang berbatasan dengan sungai kecil. Dengan gerakan cepat, mereka berhasil masuk ke pekarangan rumah.

Sasa dan Kukun semakin berhati-hati, mereka merasa yakin kalau kedua orang itu berniat jahat.

Akhirnya Sasa dan Kukun berbagi tugas. Mereka berpencar. Ketika dua orang itu hendak mencongkel jendela kayu di samping rumah Pak Jono, Kukun memberi tanda dengan berkokok panjang.

Kluk kluk kluk….” seru Kukun sambil mengepakkan sayapnya yang lebar. Mendengar suara Kukun, Sasa pun mengikuti dengan berkaok nyaring dan berlari mengejar pencuri itu.

Kedua pencuri itu melawan mereka dengan tongkat kayu yang diambil dari halaman rumah Pak Jono. Namun, Sasa dan Kukun tak merasa gentar. Mereka menyerang dengan gagah berani. Sasa memanjangkan lehernya hingga akhirnya berhasil mematuk kaki salah satu pencuri itu hingga membuatnya terjatuh. Suasana menjadi gaduh sekali karena Kukun dan Sasa tak henti-hentinya berkokok.

Tepat saat kedua pencuri bersiap melarikan diri, Pak Jono pulang bersama istrinya. Dengan sigap, Pak Jono yang dibantu beberapa tetangganya yang kemudian datang, bisa meringkus kedua pencuri itu dan membawanya kepada petugas keamanan desa. Kukun dan Sasa kompak bersorak gembira.

Pak Jono sangat bangga pada Kukun dan Sasa yang telah melaksanakan tugas dengan baik, menjadi penjaga rumah yang pemberani. Sore harinya, Pak Jono membawakan banyak makanan lezat ke kandang sebagai hadiah untuk Kukun dan Sasa. Ada berbagai macam sayuran yang menyehatkan badan, jagung giling, dan bekatul.*

logo baru nusantara bertutur

Oleh Tim Nusantara Bertutur
Penulis: Aan VK
Pendongeng: Paman Gery (Instagram: @paman_gery)
Ilustrasi: Regina Primalita