Hari ini Reyna berkunjung ke rumah Ibu Kristianti, perajin koran bekas terkenal di Solo. Di sana Reyna melihat tumpukan koran bekas seukuran lemari. Ada juga beberapa orang yang sibuk melipat koran menjadi lintingan-lintingan.

“Ibu, koran bekas ini mau dibuat kerajinan apa?” tanya Reyna sembari memegang tumpukan koran bekas di dekatnya.

“Ini bisa dibuat kerajinan tas, vas bunga, wadah tisu, dompet, dan lain-lain,” jawab Bu Kristi, panggilan akrab Ibu Kristianti menjelaskan pada Reyna.

Di masa pandemi, Bu Kristi tetap membuat kerajinan tanpa patah semangat. Tak lupa beliau menularkan bakatnya ke tetangga sekitar. Mereka bersamaan membuat kerajinan untuk menambah penghasilan. Walaupun masih di masa pandemi, mereka tetap bisa berjualan secara online. Banyak para pemburu barang antik dan pelanggan setia yang datang membeli.

“Yang ini keren banget Bu, memangnya tidak ribet ya Bu, membuatnya?” tanya Reyna keheranan. Kedua tangannya memegang miniatur kereta api dan kapal laut.

“Tidak susah kok, hanya perlu ketelatenan saja Nduk,” tandasnya sambil mengelus pucuk rambut Reyna.

“Cara membuatnya bagaimana Bu?” Reyna kembali bertanya.

Bu Kristi ternyata menjawabnya dengan mengambil satu bundel kertas koran bekas. Kemudian, Bu Kristi memotong kertas koran menjadi empat bagian.

“Nah, setelah dipotong jadi empat seperti ini. Langsung saja kita gulung menyerong menggunakan lidi. Bila sudah selesai, rekatkan ujung kertas memakai lem. Kalau sudah jadi beberapa lintingan, nanti baru bisa dianyam melintang sesuai pola,” papar Bu Kristi

“Jadi seperti itu ya. Tapi, ini kan berbahan kertas Bu? Nanti kalau terkena air gampang rusak dong?’

“Tenang saja Nduk. Lintingan yang sudah dianyam tadi dilapisi dengan lem kayu dan diwarnai vernis. Jadi bisa tetap tahan lama,” jelas Bu Kristi.

“Wah keren bu. Apa alasan ibu memilih bahan koran?” tanya Reyna.

“Karena koran ini adalah sampah yang sulit diuraikan alam. Kalau kita manfaatkan jadi barang berguna, sama halnya kita telah menyelamatkan alam kita tercinta. Selain itu, kita juga bisa menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain,” jelas Bu Kristi.

Reyna pun terkagum-kagum. Sejak saat itu Reyna bercita-cita menjadi perajin bahan daur ulang seperti Bu Kristi. Reyna ingin ikut serta dalam misi menyelamatkan bumi dari sampah. Karena dengan kita turut menjaga alam, maka sama halnya dengan memelihara kehidupan.*

 

logo baru nusantara bertutur

Oleh Tim Nusantara Bertutur
Penulis: Umi Nur Baity
Pendongeng: Paman Gery (Instagram: @paman_gery)
Ilustrasi: Regina Primalita